Serba Murah

Sabtu, 20 Februari 2010

Assalamu alaikum Wr Wb
Alhamdulillahirobbil'alamin
Dalam ilmu ekonomi ada prinsip mendapatkan barang dengan kualitas terbaik dengan mengeluarkan uang seminim mungkin. Tidak heran dimana mana terdapat hukum tawar menawar. Karena dengan harga yang rendah, uang yang dimiliki oleh konsumen bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas ilmu ekonomi tetapi hanya membahas kebiasaan teman kos saya.
Teman saya sebut saja si Fulan, selalu memberikan pendapat yang menunjukkan tempat yang menjual barang dan jasa yang murah dibandingkan yang lain. Tercatat ada empat usulan dari teman saya ini.
Pertama,
Saat kami ngobrol tentang sarapan yang enak. Dia mengusulkan warung nasi uduk yang paling murah di Jalan Ceger. Nasi uduk plus telor dan gorengan satu senilai Rp 3.000,-.
Kedua,
Saat saya mau potong rambut, Fulan menunjukkan tempat potong rambut yang bagus dan biayanya murah yaitu Rp 5.000,-. Padahal rata2 tarif potong rambut di daerah Ceger adalah Rp 7.000,- sampai Rp 8.000,-
Ketiga,
Saat ada rencana nonton pertandingan Liga Champion, kami ingin membeli snack/ makanan ringan untuk cemilan nonton bola. Fulan menunjukkan tempat menjual snack yang murah yaitu Rp 2.000,- per jenis snack.
Keempat,
Tadi sore saat saya menyindir mengenai makan malam yang paling murah. Fulan mengusulkan untuk membeli Nasi Kucing di daerah Cipadu. Beli nasi kucing satu Rp 1.500,- ditambah tempe goreng satu Rp 500,-, jadi total untuk makan malam Rp 2.000,-


0 comments