Rukun Taubat

Senin, 01 Maret 2010

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Alhamdulillah
Jadwal rutin saya tiap hari ahad adalah sholat Magrib berjamaah di Masjid Assa'adah Ponsaf dilanjutkan kajian ba'da Maghrib kemudian Solat Isya dan belajar Bahasa Arab. Tantangan untuk selalu istiqomah mengikuti jadwal ini memang sangat besar. Berbagai alasan muncul dalam hati. Untuk melawannya ya tetap harus berangkat dan berusaha membuat diri ini betah berlama lama di Baitullah.
Kajian ba'da Maghrib kemaren (28 Pebruari 2010) diisi oleh Ustadz M Arifin Purba. Beliau terkenal dengan bukunya yang berjudul "PENCERAHAN AKAL" yang bisa dibeli melalui website ini. Konsep yang dibawakan oleh ustadz adalah membuat suatu poin poin materi dengan berdasarkan pada Al Qur'an dan Hadits.
Materi materi sebelumnya adalah tentang golongan manusia (mukmin, muslim, munafik, musyrik,dll), mengenai bentuk dosa dan khilaf serta cara menghapusnya, kriteria amal sholeh, dsb. Sebenarnya lebih baik jika kami para jamaah membawa buku catatan untuk mencatat materi tersebut, karena untuk bisa digunakan mengikat ingatan dan berusaha mengamalkannya di kehidupan sehari hari. Jika tidak mencatat, maka hanya akan bersemangat saat di masjid saja, dan saat di luar masjid sudah lupa. Jadwal rutin Ustadz Arifin Purba di Masjid Assa'adah ini adalah sebulan sekali. Bulan Januari kemarin ustadz absen mengisi kajian karena ibu mertuanya meninggal dunia.
Kemarin (28 Pebruari 2010) Ustadz melanjutkan materi 2 bulan yang lalu tentang taubat. Pertemuan sebelumnya Ustadz menjelaskan tentang jenis dosa dan jalan menghapusnya. Dosa kecil, dosa sedang, dosa besar, dan penghapusan dosa dengan cara istighfar, beramal sholeh, menderita penyakit, dll. Materi selanjutnya yang dijelaskan kemarin dalah rukun taubat. Saya tidak membawa catatan. Saya berusaha menghafal materi tersebut walaupun cuma poin-poin penting saja. Tapi saya tetap lupa juga. Yang saya ingat hanya kode 3 4 2 11 7 25 dan muflis (bangkrut). Berikut ini ringkasan penjelasan Ustadz tentang rukun taubat :

Surah (3) Ali Imran ayat: 89

89. kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan [211]. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[211] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Surah (4) An-Nisaa ayat: 17
17. Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan [277], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[277] Maksudnya ialah : 1. Orang yang berbuat ma'siat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah ma'siat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu. 2. Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak. 3. Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.
Surah (4) An-Nisaa ayat: 18

18. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

Surah (2) Al-Baqarah ayat: 160
160. kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan [105] dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.
[105] Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Surah (11) Huud ayat: 112

112. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Surah (7) Al-A'raf ayat: 153

153. Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surah (25) Al-Furqaan ayat: 71

71. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
Surah (66) At-Tahriim ayat: 8

8. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu'min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."




0 comments