Panti Sosial Bina Remaja

Jumat, 05 Februari 2010

Assalamualaikum Wr Wb
Salah satu bagian acara musik DAHSYAT RCTI tadi pagi adalah siarang langsung di luar studio. Tempat yang dipilih adalah Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) "TARUNA JAYA" di daerah Tebet. Alamat lengkapnya di Jalan Tebet Raya No 100 Jakarta (Insya Allah aku akan mampir ke situ, minimal lewat di depannya). Panti sosial ini di bawah naungan dinas sosial provinsi DKI Jakarta. Panti sosial ini menampung remaja putus sekolah dan anak jalanan untuk diberikan pendidikan ketrampilan berupa salon, menjahit, las, dan otomotif. Lama pendidikan adalah 6 bulan dan sekarang sudah masuk tahun ke 40 angkatan ke 81. Semua biaya ditanggung pemerintah dan mereka tinggal di dalam asrama. Sesuai dengan pasal 34 UUD 1945.

Trus apa hubungannya denganku? Kok aku tau detailnya? (tadi dijelaskan di situ melalui wawancara Ade Namnung dengan pimpinan panti. Kok sampe pengen mampir ke situ?

Begini ceritanya ....

Dari lahir sampai lulus SMA, aku hidup di lingkungan panti sejenis, bahkan namanya pun sama. Rumah dinas yang ditempati keluargaku berada dalam kompleks panti ini. Nama panti ini sempat berganti ganti, mulai dari Sasana Penyantunan Anak (SPA) kemudian Panti Sosial Bina Remaja "TARUNA YODHA" samapi terakhir menjadi Panti Asuhan "TARUNA YODHA". Sama dengan panti yang di Jakarta, panti di Sukoharjo ini jugadibawah naungan Departemen Sosial, dan saat terjadi otonomi daerah menjadi tanggung jawab Dinas Sosial provinsi Jawa Tengah.

Konsep pendidikan juga sama dengan yang sudah dijelaskan di atas. Bedanya hanya pada waktu pendidikan yaitu cuma 4 bulan saja. Materi yang diajarkan adalah menjahit, salon, las, dan otomotif. Dulu pernah ada kerajinan rotan dan elektronika juga. Yang "sekolah" disini adalah remaja putus sekolah dan anak jalanan. Siswa disini berasal dari karesidenan Surakarta (Solo) dan kerasidenan Banyumas. Dari kecil aku sudah tidak asing dengan bahasa ngapak daerah Banyumas.

Dua orang saudaraku ada yang masuk di panti ini pada tahun 80-an. Pendaftarannya cukup mudah, dengan menghubungi Dinas Sosial Kabupaten trus minta surat pengantar dari Kelurahan dan Kecamatan (aku ga tau detailnya ... he he). Di panti ini, siswa akan tinggal di asrama (putra dan putri), dapat makan 3 kali sehari, dan mengikuti seluruh kegiatan pendidikan selama 4 bulan. Setelah lulus ada yang akan dimagangkan dalam perusahaan konveksi dan salon. Sedangkan bagi siswa putra akan diberi bantuan alat2 bengkel untuk membuka usaha.

Beberapa lulusan panti ini telah berhasil berusaha mandiri. Ada yang sudah mempunyai bengkel motor yang permanen, ada yang bekerja di dealer motor, ada yang membuka salon, yang didekat rumahku buka usaha jahit dan kursus menjahit.

Catatan Kaki :
Papiku bekerja di Dinas Sosial dan kami tinggal di Panti sosial. Dari kecil aku sudah terbiasa mengenal hal hal yang berhubungan dengan DEPSOS seperti karang taruna, orang cacat, bantuan sosial, dll.




2 komentar

Khayyi mengatakan...

Jadi inget sama temen", aku juga pernah di pa ty skh th 2007 angk 1. Salam dari pekalongan
:D

14 Februari 2011 pukul 02.12
Unknown mengatakan...

Aku angkatan 2 1997. Gimana kabar kawah Condro dimuko ku...

23 Agustus 2018 pukul 01.47