Kantong Plastik

Minggu, 12 Juni 2011

Ada orang yang mudah mabuk perjalanan. Biasanya mereka akan merasa mual dan ingin muntah. Naik bis, kereta, pesawat, atau kapal laut bias membuat mereka mabuk. Untuk menaggulanginya mereka naik kendaraan yang menurut mereka paling nyaman dan sebelum berangkat minum obat anti mabuk dahulu.

Sore hari, bada Ashar. Dalam perjalanan dari halte Semanggi menuju halte Pancoran Tugu dengan bus Trans Jakarta. Seperti biasa, bus ini selalu penuh penumpang. Banyak penumpang yang bergelantungan terutama di dekat pintu. Bus yang ber-AC itupun sudah seperti bus non AC. Udara dingin sudah terserap oleh banyak orang dan dikalahkan oelh panas tubuh mereka. Situasi ini membuat para korban mabuk perjalanan segera berkontaksi alias penyakitnya kambuh. Perutpun mulai terasa mual, kepala pusing, pandangan berkunang-kunang, keringat mengalir deras, dll.

Dan dengan segera dia memberitahukan ke orang di sebelahnya atau orang yang bepergian bersamanya bahwa titik kritis permabukan ini akan segera tercapai. Pencapaian titik kritis ini biasanya adalah seperti gunung berapi yang mengeluarkan lava pijar dari dalam perut bumi (agak lebai sih) yang bahasa sederhananya muntah. Segala apa yang ada di perutnya akan keluar denagn berbagai bentuk yang membuat kita malas makan (hehehehe). Jika dia ingin memuntahkan di situ sebenarnya tidak masalah karena di berbagai kendaraan umum hal tersebut sudah biasa. Tapi masalahnya ini Busway bung, eh bus Trans Jakarta yang sangat fenomenal itu. Dan pencarian tempat pembuangan isi perut pun dimulai.

Di dalam bus Trans Jakarta, kalo kita bertanya ke seluruh penumpang siapakah yang mempunyai Blackberry, pasti mayoritas akan dengan bangga mengangkat tangannya tinggi tinggi. Atau jika kita tanya siapakah yang sudah ber-social networking saat sedang naik bus ini, pasti jawabannya adalah “Gu3 9e3to0 Lo0ooccHHH … H4re33 9e3ne33 k4gAk P3sbuK4n …. Gak gaul !!!!” (capek & pusing nulisnya). Pertanyaan terakhir adalah siapa yang suka music, pasti mayoritas menjawab ya, dengan menunjukkan gadget mereka dengan playlist lagu favorit dengan headphone tercanggih yang bias membedakan bass, treble, dll

Kembali ke masalah permabukan dalam perjalanan tadi, saat kebutuhan akan kantong plastic begitu mendesak, mulailah teman/saudara/atau yang terdekat dengan korban mencari kantong plastic untuk menampung limbah perut sang korban. Bertanya ke satu, dua, tiga bahkan sampai orang ke tujuh, kantong plastic pun belum bias ditemukan. Padahal jika kita bertanya dengan pertanyaan “diatas” pasti mayoritas punya. Dan akhirnya, ada sesosok bayangan (eh bukan) ternyata manusia, yang Nampak berbeda dengan penumpang mayoritas di bus tersebut yang mempunyai kantong plastic “bekas” dia membeli minuman di minimarket. Ternyata Orang tersebut tidak membuang kantong palstiknya dan disimpan dalam tasnya sebagai persediaan untuk jaga2 jika ada hal yang mendesak seperti masalah permabukan ini.

Orang tersebut adalah laki laki yang berumur sekitar 40 sampai 50an, berpenampilan sederhana, dengan tas punggung yang sepertinya sudah lama menemaninya, warnaya sudah kusut dan resletingnya sudah rusak. Saat menerima sms, terlihatlah bahwa handphonenya pun sederhana yang bahkan hurufnya sudah tak terlihat jelas lagi. Meskipun berpenampilan minimalis eh mungkin lebih tepat dibilang sederhana, Bapak tersebut bisa memberikan manfaat kepada orang laian meskipun hanya dengan sebuah kantong plastik.

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

“Pemberhentian selanjutnya, PANCORAN TUGU, perhatikan barang bawaan anda, dan hati hati melangkah, terima kasih …… Next Stop. PANCORAN TUGU shelter, check your belonging and step carefully, Thank You” suara rekaman itu pun sudah terdengar, berarti sesaat lagi saya segera turun. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan sebuah pelajaran berharaga di dalam Bus Trans Jakarta ini. Semoga kita bisa mengambil ibrah dari segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.

@t kamar (3 x 2,5)m2, Jalan Pancoran Barat IV D no number ......

referensi : disini
Read More..

Re Run

Jumat, 03 Juni 2011

Kamis, 2 Juni 2011
Seorang anak kecil laki laki berpakaian kaos timnas warna merah bernomor punggung sembilan dengan nama Gonzales datang menghampiri. Dia membawa setumpuk koran dan kipas dari anyaman bambu. “Koran Om .... buat gelaran .... seribu rupiah ..... kipasnya dua ribu ...koran Om !!! ...” kurang lebih begitu kalimatnya saat menjajakan “dagangan”nya. Beberapa saat kemudian munculah teman-temannya sesama pedagang sambil mempromosikan dagangannya dengan suara khas.

Di sisi lain, banyak orang laki laki, perempuan, tua, muda, anak kecil sibuk membawa tas dan koper mereka. Ada yang mencari tempat duduk kosong di ruang tunggu. Ada yang ke toilet. Ada yang makan dan minum. Ada yaang duduk di lantai karena tidak kebagian tempat duduk. Ada yang sholat di masjid karena sudah masuk waktu sholat. Mereka membawa beraneka tas seperti tas punggung, tas jinjing, koper beroda, tas plastik, bahkan kardus. Sepertinya mereka akan pergi ke tempat yang jauh.

Di tempat ini, biasanya orang orang akan memulai atau mengakhiri suatu perjalanan jauh. Mereka naik alat transportasi yang terdiri atas gabungan gerbong yang ditarik oleh lokomotif melalui jalur besi sejajar dengan bantalan kayu atau beton. Secara sederhana, orang menyebutnya kereta api. Di tempat ini ada loket penjualan dan pemesanan tiket. Ada ruang tunggu. Ada rumah makan. Ada warung rokok. Ada minimarket. Ada ATM. Tempat inilah yang disebut sebagai stasiun.

Hari ini, Kamis 2 Juni 2011 saya kembali lagi berada di tempat ini, setelah terakhir kali mungkin setahun yang lalu. Stasiun Pasar Senen, inilah tempat yang biasanya digunakan untuk memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman tercinta di Jawa Tengah. Dan akhirnya, hari ini saya naik kereta api lagi. Meskipun tujuannya ke Solo, tapi saya lebih memilih untuk naik kereta Senja Utama Yogyakarta. Alasannya ? Sssstt Rahasia.

Bukankah saya seharusnya kerja di Surabaya, kok bisa naik kereta dari Jakarta. Insya Allah saya ceritakan di tulisan yang lain.

Perjalanan ini dimulai dari rumah kos saya di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Setelah berjalan kaki sebentar, sampailah saya di depan Masjid Al Munawar di jalan raya Pancoran-Pasar Minggu. Saya pun naik metromini 62 menuju patung pancoran kemudian ganti naik bus kota jurusan Pulo Gadung - Blok M. Setelah window shoping sebentar dan membeli roti unyil untuk oleh-oleh, saya naik bus kota jurusan Blok M – Senen. Tepat saat Adzan Maghrib, saya sampai di terminal Senen dan kemudian berjalan menuju stasiun Pasar Senen.

Seperti pada perjalanan sebelum-sebelumnya, saya jarang sekali pesan tiket untuk mudik. Biasanya saya langsung membeli di loket. Karena sering mudik pada hari biasa, saya selalu dapat tiket dengan tempat duduk. Pernah juga saya hanya mendapat tiket berdiri, tapi itu tidak menjadi masalah. Justru inilah sensasi dan pengalaman yang luar biasa. Dan Alhamdulillah hari ini saya mendapat tiket dengan tempat duduk untuk kereta api Senja Utama Yogyakarta. Coab kalo saya pulangnya hari rabu kemaren (1 Juni 2011) pasti tidak kebagian tempat duduk, karena long weekend akibat revisi cuti bersama “lagi”.

Apa yang anda lihat dan rasakan saat berada di dalam kereta api menuju susatu tempat ? Silahkan dijawab dalam hati masing masing. Tapi menurut saya, setelah sekian lama bepergian naik kereta api, yang saya lihat adalah suatu proses marketing/ pemasaran. Berbagai produk dan jasa dipromosikan selama sebelum, saat dan setelah perjalanan dengan kereta api. Jasa tiket non loket alias calo, jasa penitipan barang, produk makanan, minuman, buku, kacamata, dan elektronik semua bergantian ditawarkan kepada penumpang. Seiring berkembangnya teknologi terutama produk HP, sekarang ada barang dagangan yang menurut saya baru, yaitu charger portable untuk semua merek Handphone. Marketing memang hebat.

Seperti biasa juga, pedagang kopi dan Pop Mie dengan suaranya yang khas selalu giat menawarkan walaupun para penumpang mungkin sudah bosan mendengarnya. Makanan khas daerah seperti sale pisang, dodol garut, wingko babat, gethuk goreng dan lanting masih selalu tersedia di kereta api ini. “Penjaja” makanan dari pihak internal PT KAI sepertinya sudah mulai menjiplak metode pedagang asongan dalam menawarkan servis makan malam, minuman dan penjualan souvenir kereta api. Tidak banyak perubahan yang terjadi di dalam perjalanan kereta api ini.

Perjalanan malam hari dengan kereta api tidak lepas dari bagaimana posisi tidur. Tidur sambil duduk di kursi mungkin sudah biasa. Tidur di dua tempat duduk karena banyak kursi yang kosong atau orang di sebelah pengen tidur di bawah. Tidur di bawah karena kita yang meminta ke orang sebelah agar dia bisa menggunakan dua kursi. Atau yang terakhir tidur di tengah jalan yang biasa dilewati para pedagang. Seluruhnya sudah pernah saya lakukan, dan bahkan semalaman tidak tidur sama sekali karena ngobrol dengan teman SMA yang jadi POLSUSKA.

Dan kereta api pun sampai di stasiun Tugu Yogyakarta tepat pukul 4:30 pagi (berdasarkan jam di HP saya). Antrean di toilet dilanjutkan dengan antrean di tempat wudhu yang kemudian Sholat Subuh berjamaah di masjid Stasiun Tugu. Beberapa penumpang sudah dijemput, ada juga yang naik taksi, becak, dan ojek menuju tujuan mereka masing masing. Toko-toko di stasiun masih banyak yang tutup. Pedagang koran pun masih menta koran yang baru datang. Saya langsung menuju loket pembelian tiket kereta Prambanan Express (Prameks) tujuan Solo yang berangkat pukul 5:35 pagi.


Read More..

waktu berlalu begitu cepat

Selasa, 17 Mei 2011

Hari ini Senin, 16 Mei 2011. Bagi para PNS, hari ini bisa dibilang adalah hari yang berbahagia karena tidak masuk kerja atau Cuti Bersama (sebagaimana tertuang dalam SKB 3 Menteri yg direvisi mendadak Jumat yg lalu). Bagi PNS yang kerja di home base atau dekat dengan home base, libur Cuti Bersama ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bersama keluarga dekat. Sedangkan bagi PNS yang jauh dari home base, mereka harus mengatur jadwal baru karena hari ini “direncanakan” masih masuk kerja.

Fenomena kedua di hari Senin, 16 Mei 2011 ini adalah pengumuman kelulusan adik2 SMA. Seperti biasa, pengumuman kelulusan pasti disertai dengan konvoi sepeda motor dan corat coret baju seragam mereka. Saya dulu sepertinya tidak ikut2an acara seperti itu. Hehe

Akhir Tahun 2002
Tiga sahabat berangkat bersama menuju Jakarta (sebenarnya Tangerang) untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi kedinasan Departemen Keuangan. Kami naik bis RAYA dari terminal Tirtonadi Solo menuju Terminal Lebak Bulus Jakarta Selatan. Saat itu kami diantar oleh orang tua di Terminal Solo, melepas sang anak tercinta merantau (kuli ah)ke Jakarta.

Kami bertiga tidak kenal dekat semasa SMA karena beda kelas. Kuliah di STAN dan satu kosanlah yang membuat kami menjadi dekat. Rumah kami bertiga tidak lebih dari 1 km, dan jarak rumah kami ke SMA pun hampir sama. TK,SD, SMP kami berbeda, dan baru di SMA kami satu sekolah dan kemuadian satu kampus di Jurangmangu walau berbeda jurusan.

Akhir Tahun 2004
Saat memasuki tingkat 3 kuliah di STAN, akhirnya kami berpisah kosan. Saya harus magang di KP PBB Klaten, Agung pindah ke kos “Saung Bandung” dan Sholeh pindah ke kos (saya tidak tahu namanya). Karena satau daerah, kami tetap sering berkumpul, terutama acara buka bersama, halal bihalal, rapat organda, maupun Try out USM STAN.

Akhir Tahun 2005
Sebenarnya bukan akhir tahun, tapi bulan September 2005 (CMIIW). Kami bertiga dinyatakan lulus dari Diploma 3 STAN dan diwisuda di Plenarry Hall Jakarta Convention Center. Kami bertiga bersama masing2 orang tua merayakan kelulusan di tempat tersebut.

Pertengahan 2006
Setelah wisuda, kami mempunyai kesibukan masing2 untuk menunggu penempatan kerja. Saya magang di KP PBB Klaten, Agung magang di KPP Sukoharjo, dan Sholeh diklat perpajakan untuk bekal penempatan nanti. Dan akhirnya pertengahan tahun 2006 kami bertiga ditempatkan di tempat kerja yang berbeda. Saya penempatan di Tangerang, Agung di Bandung, dan Sholeh di Denpasar. Mulai saat itu kami jarang bertemu dan biasanya hanya bertemu saat Idul Fitri saja.

Saling Berkunjung
Meskipun terpisah jarak, Alhamdulillah kami bisa saling berkunjung ke tempat penempatan masing2. Kunjungan ini sebenarnya tidak direncanakan, tapi hanya karena bertepatan ada acara di kota Tersebut. Agung pernah menginap di kosan saya (Tangerang) karena bertepatan ada keperluan pribadi di Jakarta. Sholeh juga pernah singgah di kosan saya bertepatan saat diklat di Jakarta. Saat saya ada tour ke Bandung bersama teman2 dari Jakarta, saya sengaja menunda pulang ke Jakarta untuk menginap sehari di kosan Agung. Yang paling saya nantikan adalah kunjungan saya ke Denpasar, karena saya anggap sekalian “piknik” ke Bali. Alhamdulilllah, tgl 7-8 Mei 2011 yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Denpasar bertepatan dengan acara family gathering Kantor Surabaya.

Hari ini Senin, 16 Mei 2011
Sekali lagi saya ulangi, hari ini adalah libur Cuti Bersama. Momen libur “long weekend” seperti ini biasanya dua sahabat saya pulang kampung ke Sukoharjo.
Jam 1 siang tadi, saya berkunjung ke rumah Agung. Tenyata hari ini adalah hari ulang tahun Agung Junior (namanya Insan, panggilannya Ican). Hari ini Ican tepat berumus satu tahun. Dan tadi siang sepertinya akan diadakan syukuran di rumah Agung. Saya, Agung dan Istrinya serta adik2nya malah makan di luar sambil ngobrol pekerjaan dan memori masa lalu. Ah... waktu berlalu begitu cepat

Pertemuan dengan Agung serta Keluarganya hanya sampai Sholat Ashar, dan saya lanjutkan pejalanan ke Solo sebagaimana dalam tulisan sebelum ini.
Pulang dari Gramedia Solo, saya mampir Sholat Maghrib di Masjid Solo Baru. Saat berwudhu, saya dipanggil oleh seseorang yang ternyata adalah Sholeh. Kami pun sholat Maghrib bergabung dengan jamaah di masjid tersebut. Selesai sholat, Sholeh sudah menunggu di depan masjid. Ternyata Sholeh dan keluarga akan mengantarkan calon istrinya ke Sragen. Ah ... waktu berlalu begitu cepat

Hari ini saya bertemu dua sahabat lama dalam momen yang berbeda. Keadaan kami sudah sangat berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Ah ... waktu berlalu begitu cepat.

Read More..

New Dream

Senin, 16 Mei 2011

Bismillahirrohmanirrahim
Ba’da Ashar tadi sore saya berkunjung ke TB Gramedia Jl Slamet Riyadi Solo. Tujuan utama saya adalah ke tumpukan buku “New Release” untuk mencari buku baru yang menarik. Ada satu buku yg menarik perhatian saya (tapi lupa judul & pengarangnya) yaitu buku tentang teknik menulis. Di tumpukan paling atas, sudah ada buku yg terbuka plastiknya. Langsung saja saya membacanya. Saya baca dulu isinya sekilas, kalo menarik Insya Allah dibeli, tapi biasanya tidak jadi dibeli karena sudah selesai dibaca disitu.

Saya langsung menuju bagian tips & trik menulis. Dari beberapa buku yang pernah saya baca (yang saya baca, belum tentu saya beli), yang paling utama dilakukan untuk menjadi penulis adalah action menulis dengan segera. Segera menulis apapun yang bisa ditulis dimanapun (tapi jangan di dinding rumah atau kantor ya). Intinya yg penting action, jangan pedulikan susunan kalimat, struktur SPOK, pilihan kata dll. Pokoknya segera menulis. Tapi buat saya itu susah.

Kita tinggalkan masalah action diatas. Saya ingin mempraktekkan salah satu bagian dalam buku yang saya baca (gratis)tadi sore. Bagian tersebut adalah tentang menjaring ide. Salah satu alasan orang tidak bisa/malas menulis adalah tidak adanya ide/gagasan. Padahal segala sesuatu yg terjadi di sekitar kita sepanjang hari bisa jadi ide tulisan yang bagus (ini bukan kata saya, tapi kata para penulis yg telah mahir menulis).

Si penulis buku memberikan tips bahwa kejadian yang menjadi pemicu ide/ gagasan sebuah tulisan sebaiknya langsung didokumentasikan dalam suatu media dengan segera, meskipun itu hanya satu kalimat bahkan satu kata. Sehingga saat kita nanti dalam posisi siap untuk menulis, kita tinggal mencabut ide dari hasil dokumentasi tersebut (sekali lagi ini bukan kata saya lho).

Saya akan mencoba mempraktekan tips tersebut. Sebenarnya saya punya banyak ide yang ingin saya tuliskan. Tapi karena kesibukan saya di instansi pemerintah (sok sibuk padahal banyak pekerjaan yang belum selesai) dan kegiatan lain (mayoritas di kasur) maka saya belum berhasil menuliskannya. Ide tersebut berasal dari buku yang saya baca, pengalaman masa lalu, kejadian orang2 di sekitar, maupun lingkungan saya (Solo, Jakarta, dan Surabaya).

Berikut ini adalah beberapa ide tulisan yang Insya Allah (belum tahu kapan, semoga bisa cepat) saya realisasikan menjadi tulisan di blog ini :

1. Countdown timer
2. Perempuan naik sepeda motor
3. Sejarah
4. Menulis
5. Toko buku surabaya
6. Jalan di Surabaya
7. PJKA
8. Bermain dengan sudut pandang
9. About me
10. I read before write
11. Sepakbolaku
12. Budaya daerah
13. Alarm subuh
14. Tak bisa lupa, kecuali amnesia
15. GSM, CDMA, 3G, HSDPA, Blackberry, Android, Iphone dll
16. Sepeda motor, Dll

Itulah beberapa ide/gagasan yang berkeliaran di kepala saya (ternyata banyak juga ya). Bisa anada bayangkan, jika saya realisasikan tulisan tersebut, trus saya susun menjadi sebuah buku, trus saya tawarkan ke penerbit, trus dicetak pertama kalinya, trus laku keras, dan kemudian dicetak berkali-kali hingga menjadi best seller, trus saya dapat uang banyak, trus saya jadi terkenal, trus ..... *STOP “Selamat siang pak, bisa perlihatkan SIM dan STNK kendaraannya !”

That’s My Dream Now


Read More..

Hati, Mata, Telinga

Sabtu, 26 Maret 2011

Assalamu alaikum Wr Wb
Alhamdulillahirobil'alamin

Tulisan ini saya buka dengan QS Al-A'raf ayat 179 yang artinya :
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."




Read More..

Tentang Bidadari

Rabu, 23 Maret 2011

Assalamualaikum Wr Wb

Senin, 21 Maret 2011 jam 8 malam di kamar kos Kertajaya
Saya memilih salah satu stasiun radio yang memutar lagu2 terbaru. Kebetulan saat itu ada lagu baru Padi yang berjudul Tempat Terakhir. Lirik nya cukup dalam karena ada kalimat surga dan bidadarinya. Besoknya saya searching lirik lengkapnya, yang bisa dilihat di sini.

saya mengutip beberapa baris dari lirik lagu tersebut

"Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana,
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian"


Di dalam Al Qur'an terdapat beberapa Surat yang menggambarkan tentang sang bidadari yang hampir semuanya menjadi pendamping para penghuni surga. Berikut ini adalah Surat dalam Al Qur'an yang menjelsakan tentang bidadari tersebut :

Surah: Shaad
49. …… Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,
50. (yaitu) syurga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
51. di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.
52. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.
53. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.
54. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya.

Surah: Ash-Shaaffat

40. tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
41. Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu,
42. yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,
43. di dalam syurga-syurga yang penuh ni'mat.
44. di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.
45. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.
46. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
47. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
49. seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

Surah: Ad-Dukhaan
51. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,
52. (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;
53. mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,
54. demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.
55. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) [1381],

[1381] Maksudnya, khawatir kehabisan atau khawatir sakit.
56. mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,
57. sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.

Surah: Ath-Thuur
17. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan keni'matan,
18. mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.
19. (Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan",
20. mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
21. Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka [l427], dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

[1427] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga.
22. Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
23. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.
24. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

Surah: Ar-Rahmaan
56. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
70. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

Surah: Al-Waaqi'ah

22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,
23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung [1452]

[1452] Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis.
36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.



Sungguh beruntung manusia yang memperoleh tempat pemberhentian terakhir berupa surga dan ditemani oleh para bidadari. Tapi bagaimana kalo kita ingin yang menjadi bidadari itu adalah istri kita sendiri sebagaimana dalam lirik lagu Padi tersebut. Al Qur'an juga menjelaskan tentang anggota keluarga yg bisa masuk surga bersama sama yaitu :
Surah: Ar-Ra'd
23. (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

Wallahualam

Read More..

Pasti Ku Bisa

Minggu, 27 Februari 2011

Assalamu alaikum Wr Wb
Alhamdulillah

Siang2 mendung di Sukoharjo
Saya akan mencoba berpuisi yang menggambarkan kondisi saat ini. Puisi ini berjudul PASTI KU BISA

Selamat menikmati

Lihat apa yang terjadi
Dengan semua rencanaku
Hancur semua berantakan

Dia berjalan keluar dari lingkaran hidupku
Bebas kulepaskan dia
Akupun mulai berdendang

Pasti ku bisa melanjutkannya
Pasti ku bisa menerima dan melanjutkannya
Ooh pasti ku bisa menyembuhkannya
Cepat bangkit dan berfikir
Semua tak berakhir disini

Merasakan pandanganmu
Penuh cerita dan luka
Memang begitulah semua

Jangan pernah kau menunggu
Keajaiban dunia
Bukalah satu tujuan

Pasti kau bisa melanjutkannya
Pasti kau bisa menerima dan melanjutkannya
Ooh pasti kau bisa menyembuhkannya
Cepat bangkit dan berfikir
Semua tak berakhir disini

Pasti ku bisa melanjutkannya
Pasti ku bisa menerima dan melanjutkannya
Ooh pasti ku bisa menyembuhkannya
Cepat bangkit dan berfikir
Semua tak berakhir disini


NB : sebenarnya ini adalah Lirik Lagu PASTI KU BISA dari Band SHEILA ON 7
hehehe ......
Read More..

Ranah 3 Warna versi saya

Assalmualaikum Wr Wb
Alhamdulillah
Ranah 3 Warna, buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang dirilis di pasaran pada tanggal 23 Januari 2011 ini. Bermula dari membaca Negeri 5 Menara pada bulan Juli 2010 untuk mengisi kekosongan waktu menunggu penempatan setelah lulus DIV STAN, saya penasaran bagaimana kelanjutannya di buku kedua ini, “mantra” pesantren apa lagi yang akan digunakan untuk perjuangan hidup.

Alhamdulillah awal Pebruari 2011, saya membeli buku R3W di Pameran buku yang diadakan di kota Solo (diskon 15 %). Saya baru membacanya seminggu kemudian karena adik saya ingin membacanya terlebih dahulu. Setelah adik saya selesai, baru kemudian giliran saya membacanya saat mudik ke Sukoharjo tanggal 12 Pebruari 2011. Saya menghabiskan waktu 2 hari membaca seluruh novel ini.

Ada beberapa kisah yang mirip dengan pengalaman yang pernah saya alami, misalnya keterbatasan uang kos (hehe) dan nonton sepakbola bersama Papi saya. Sepertinya novel ini memang terinspirasi dari kisah nyata penulis. Satu lagi yang menarik dari novel ini adalah perjalanan Alif Fikri (tokoh dalam novel ini) melewati 3 daerah bahkan 3 negara seperti yang tergambar dalam cover novel R3W ini.

Saya pun mempunyai pengalaman Ranah 3 Warna versi saya sendiri. Pengalaman ini adalah perpindahan ke 3 kota di pulau Jawa selama bulan Ramadhan 1431 H atau bulan Agustus –September 2010 yang lalu. 3 Kota tersebut adalah Tangerang (dan Jakarta), Solo (padahal Sukoharjo) dan yang terakhir Surabaya.

Setelah lulus kuliah DIV STAN pada bulan Juni 2010 (Alhamdulillah), saya sempat jadi “pengangguran” pada bulan Juli 2010. Saya mengisi waktu dengan piknik ke nikahan teman di berbagai kota (Saya kapan ya .... !!!). Selain itu saya juga mulai memaksakan diri membaca buku tebat aka “novel” salah satunya Negeri 5 Menara.
Akhir Juli 2010 sebenarnya saya sudah berencana mau ke Jakarta untuk packing barang-barang yang ada di kos Ponsaf, tapi waktunya masih belum ditentukan. Dan akhirnya tanggal 3 Agustus 2010 ada jarkom untuk briefing penempatan di Kantor Pusat Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2010. Dan petualangan Ranah 3 Warna pun dimulai (lebay dan maksa dikit).

Tanggal 7 Agustus 2010, berangkatlah saya ke Jakarta dengan Senja Utama Solo dan seperti biasa membawa bekal Nasi Ayam Goreng Mbah Karto. Saya sudah akrab dengan kereta ini karena sudah hampir 8 tahun bolak balik Solo-Jakarta. Turun di stasiun Pasar Senen pagi harinya dan langsung ganti bis Patas AC 44 jurusan Ciledug dan ganti angkot D22 jurusan Ciledug – Bintaro.

Hari briefing pun tiba (9 Agustus 2010). Karena motor sudah dikirim ke Solo, akhirnya saya dan teman2 naik taksi ke Kantor Pusat di Jl Gatot Subroto. Briefing di lantai 3 gedung utama dari jam 13:00 sampai jam 16:30 sore. Pulang dari Kantor Pusat dilanjutkan dengan nonton film di FX Senayan (saya lupa film apa). Ada teman2 yang langsung pulang kampung setelah briefing, tapi saya masih di Jakarta dulu sekaligus menyambut bulan Ramadhan di Jakarta yang kalau ga salah 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu 11 Agustus 2010.

Bersambung .... !!

Read More..

Doa Orang Yang Menderita Kesedihan Mendalam

Assalamualaikum Wr Wb

Tengah malam, di rumah Sukoharjo.

Saya masih belum bisa memejamkan mata. Dan akhirnya dilampiaskan dengan browsing internet. Mencari-cari sesuatu yang bisa dipelajari. Membaca postingan lama di blog ini. Dan tentu saja menjelajah jejaring sosial (facebook dan twitter). Saya masih belum bisa menghadirkan tulisan orisinal untuk saat ini. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan hasil bacaan saya dari ERAMUSLIM terkait dengan kejadian yang membuat saya bersedih hati. Semoga bermanfaat bagi saudara2 yang sedang bersedih.

Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah dinamika kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min dzalika).

Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.

Di antara ciri orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.

Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:

“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)"


Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:

Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.

Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.

Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:

”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)

Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.

SUMBER : ERAMUSLIM

Read More..

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

Selasa, 22 Februari 2011

Assalamualaikum Wr Wb

Alhamdulillah

Kali ini saya ingin berbagi tulisan yang saya temukan di salah satu grup Facebook.

Semoga bermanfaat


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.


Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita.

Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita. Apa yang memeng menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

sumber : disini
Read More..