Kalimongso Monday Market

Senin, 23 November 2009

Assalamu alaikum Wr Wb
Ujian hari pertama yaitu Seminar Keuangan Publik memang menguras tenaga dan pikiran. Alhamdulillah ujian telah dilewati dengan lancar walaupun masih ada kekurangan di beberapa jawaban. Sore ini tidak seperti biasanya.Tidur setelah Sholat Ashar dan terbangun jam setengah enam. Aku langsung mandi sore dan persiapan Sholat Maghrib. Ba'da Magrib, dilanjutkan makan malam bersama teman teman sekosan. Kami memutuskan makan di PJMI.

Perjalanan ke PJMI melewati jalan yang cukup terkenal bagi anak STAN yaitu jalan Kalimongso. Ternyata ini hari Senin dan seperti biasa ada pasar malam di jalan kalimongso. Melewati pasar malam tersebut, lalu timbul inspirasi untuk membuat tulisan ini dan membuatkan nama untuk pasar malam tersebut yaitu "Kalimongso Monday Market"
Jalanan yang sempit, dipenuhi oleh lapak lapak pedagang. Perjalanan dengan motor pun agak tersendat karena kami harus berbagi jalan dengan pejalan kaki dan motor dari arah berlawanan. Namun kemacetan tersebut bisa dijadikan ajang pengamatan produk apa saja yang dijual di KMM tersebut.
Aneka jenis barang dijual di KMM. Dari pengamatanku ada yang jual sandal, sepatu, kaos,celana, kemeja, jilbab, baju anak, daleman, kaos kaki, mainan anak, rak, kaset VCD dan DVD film, dan bahkan sayuran.
KMM ini bisa disebut sebagai indikator ekonomi kerakyatan yang sebenarnya karena pasar ini memang sangat merakyat. Perkembangan jaman dan banyaknya pusat perbelanjaan di Jakarta memang menenggelamkan pasar pasar tradisional. Adanya KMM ini menunjukkan bahwa ekonomi kelas menengah ke bawah masih ada. Harga barang yang terjangkau dan sepertinya bisa ditawar membuat KMM ini beda dari pasar modern.
Kalimongso jaman dulu saat aku masih kuliah di D3 STAN memang berbeda dengan sekarang. Jalanan belum di hotmix, hanya ada beberapa warung, kos kosan belum sebanyak sekarang. Kalau hujan deras, jalanan di depan kos puri lestari pasti banjir. Dan pada tahun 2002 sampai 2005 itu belum ada KMM seperti sekarang.
Kalimongso memang penuh kenangan. Makan di warung bu gendut dan warung wonogiri, mie rebus, roti bakar, dan es susu coklat di akang, mushola Nurul Hidayah, maen band di Glen studio, foto kopi uda, rental komputer, dan yang paling ga berkesan perjalanan bolak balik ke kampus.

0 comments