Hari ini tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H, umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha sebagai warisan ketaatan nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT. Lebaran Idul Adha ini seperti biasa jadi ajang mudik bagi sebagian orang di perantauan. Namum Idul Adha tahun ini aku tidak mudik, karena bertepatan dengan ujian akhir semester.
Karena memang sudah direncanakan tidak mudik dan berkali kali mejelaskan ke orang rumah bahwa aku tidak udik, maka perasaan tidak mudik ini rasanya biasa biasa saja. Secara spontan aku menjawab pertanyaan Papi tentang tempat Sholat Ied, yaitu di Masjid Istiqlal.
Sehari sebelum hari raya, ba'da Sholat Maghrib, imam sholat segera ememipin takbiran. Saat takbiran inilah mulai ada perasaan rindu keluarga di kampung halaman. Karena biasanya malam takbiran selalu ada di rumah berkumpul bersama keluarga. Takbiran ba'da magrib itu juga membuat pikiranku melayang ke saat Sholat Ied ( baik Idul Fitri maupun Idul Adha ) dimana aku selalu duduk di sebelah Papi. Mulai dari kecil sampai terkahir lebaran idul fitri tahun ini aku selalu duduk di sebelah Papi. Kalo tidak salah baru tiga kali aku sholat ied terpisah, yaitu Idul Adha jaman kuliah d3, Idul fitri tahun 2007, dan Idul adha tahun ini.
Ba'da Isya pun perasaan yang sama masih ada. Dan mulai ba'da Isya ini suasana takbiran jadi semakin ramai karena semua masjid saling bersahut sahutan mengumandangkan Takbir.
Malam itu, setelah menelepon keluarga di Sukoharjo, aku berniat bahwa besok akan sholat Ied di masjid Istiqlal. Kuajak beberapa teman, tapi sepertinya kurang direspon. Aku mulai merencanakan apa yang dilakukan besok saat sholat Ied di masjid Istiqlal dan sampe Sholat Jum'at sekalian karena kebetulan bertepatan dengan hari Jum'at. Apa mungkin sampai terbawa mimpi, maka aku pun terbangun lebih awal yaitu jam 3 pagi dan mulai packing semua yang perlu dibawa ke Masjid. Aku tidak merasakan hawa dingin pagi tiu, dan langsung madi sebelum sholat subuh, karena aku berencana berangkat setelah Subuh dan kemudian menetapkan tujuan Stasiun Gambir sebagai tempat penitipan sepeda motorku.
Dan dimulailah perjalanku pada Hari Raya Idul Adha tahun 2009 ini.
Aku berangkat tepat jam 5 pagi dari kos dengan tujuan Stasiun Gambir. KArena msih pagi dan masih sepi maka perjalanan ke Stasiun gambir tersebut cukup ditempuh dalam waktu 30 menit saja (kalo siang hari n jam padat berapa menit ya ?)
Kutitipkan motor di stasiun gambir, aku ganti kostum dan mulai menyusuri trotoar menuju masjid Istiqlal. Jam setengah enam sudah ramai, dan karena di masjid ini sang RI 1 akan melaksanakan Sholat Ied maka pengamanan pun diperketat.
Aku masuk melalui pintu dekat halte busway. Di pintu masuk sudah terdapat antrian kecil pemeriksaan barang bawaan dan para penjual tas plastik sebagai tempat sandal. Aku cukup cepat melewati antrian tersebut setelah memasukkan tasku ke dalam alat pemindai seperti di bandara.
Suasana di dalam masjid yang sudah mulai ramai membuat aku segera berwudhu dan segera naik ke lantai utama agar bisa duduk dekat pak presiden (he he). Sesampainya di lantai utama, ternyata jamaah sudah penuh dan aku pun kebagian shaf nomer sekian dari depan.
Pembawa acara memberitahukan jadwal acara Sholat Ied yaitu jam 7 15 pagi setelah kedatangan pak presiden jam 6 lebih 55 menit. Padahal waktu aku selesai Sholat sunah adalah jam 6 lebih 5 menit. Berarti aku masih harus menunggu satu jam lagi. Penantian tersebut diisi dengan mengumandangkan takbir dan memperhatikan par ajamaah lain yang bru datang maupun yang ada di depanku (aku tulis di tulisan bagian dua).
Pak presiden pun datang dan melaksanakan sholat sunah dan kemudian Sholat Ied pun dimulai. Sampai disini aku masih merasa seperti orang hilang tidak kenal satu orang pun di situ dan sendirian diantara ribuan jamaah. Kalau dipikir pikir, kenapa kok aku sendirian sholat Ied di masjid Istiqlal padahal di kampus pun diadakan sholat Ied. Setelah sholat Ied dan kutbah serta acara penyerahan hewan kurban oleh presiden, aku masih duduk di masjid sambil melihat banyak orang yang bersliweran mencari temannya, keluarganya, dll.
Aku masih merasa aneh, berada di sini sendirian, duduk, sementara orang lain datang bersama teman, kerabat, atau keluarga mereka. Pikiranku melayang ke saat saat sholat ied bersama keluarga di rumah.
Cukup lama aku termenung di dalam masjid, dan akhirnya kuputuskan untuk keluar karena perut mulai butuh makan.
Setelah sholat ied aku langsung berjalan menuju parkiran motor di stasiun gambir tapi muter lewat pelataran monas. Pikiran mulai mundur ke waktu setahun yang lalu, saat kami sekeluarga naik ke puncak monas.
Setelah melewati monas, aku sarapan di stasiun gambir. Dari dulu ingin sekali makan di Hokben yang ada di stasiun gambir. Dan kali ini pun aku hanya lewat di depannya karena antrian cukup panjang, dan kakhirnya aku sarapan di warung lain.
Untuk mengisi waktu sampai sholat jumat, aku memutuskan untuk keliling jakarta pakai motor, mumpung jalanan sepi di hari libur. Aku mengandalkan papan petunjuk jalan utnuk mencapai tujuan. Perjalanan dimulai dari gambir menuju jalan Hasyim Ashari, kemudian ke Mangga dua, dan berhenti di kawasan kota tua jakata.
Aku memutar sebanyak dua kali untuk mencari tempat parkir motor di kawasan kota tua tersebut. Dan akhirnya tidak ketemu juga.
PErjalanan selanjutnya adalah menyusuri jalan dari stasiun kota sampai monas sambil mencari papan petunjuk jalan ke arah tanah abang. Di lampu merah depan indosat kutemukan petunjuk ke arah tanah abang, dan kemudian aku mengikutinya. Samapai di sana ternyata semua toko masih tutup (hari libur n tanggal merah).
Cukup lama memutari kota Jakarta, akhirnya kembali lagi ke Masjid Istiqlal untuk sholat Jum'at. Perjalanan dari tanah abang ke Istiqlal ini yang agak membingungkan. Aku tersesat dan sampai lagi ke harmoni.
Sholat Jum'at aku duduk di shaf terdepan. Karena dari jam tiga pagi belum tidur ditambah jalan jalan keliling Jakarta, maka rasa kantuk pun mulai menyerang. AC dari arah depan semakin memperparah rasa kantuk. Diantara jamaah sholat Jumat aku melihat ada ustad Yusuf Mansur, namun aku belum sempat bersalaman karena beliau keluar dari pintu yang berbeda.
Dan selesailah misi sholat Ied plus Sholat Jum'at di masjid Istiqlal pada hari raya Idul Adha 1430 H. Aku membeli kalender tahun 2010 titipan Papi, seperti ketika tahun lalu aku juga membeli kalender 2009 di masjid Istiqlal ini.
Dalam perjalanan pulang ini, aku mulai tergerak untuk mencoba jalur baru dan dengan bantuan papan petunjuk jalan. Aku melalui daerah kuningan (depan Global TV) dan akhirnya sampai di jalan Monginsidi Kebayoran Baru.
Sampai di kos, kubuka fb dan kulihat banyak status tentang penyembelihan hewan kurban. Ba'da Ashar aku ditelpon keluarga bahwa mereka sedang menikmati masakan olahan daging kurban yaitu sate dan gulai. Semakin sore semakin banyak status tentang makan daging kurban, bahkan ada seseorang yang sampe mabok daging. Penderitaan semakin lengkap dengan banyaknya warung yang tidak beroperasi pada hari itu.
Demikianlah perjalanku saat Idul Adha tahun ini.
Aneh, Senang, Sedih, Iseng, Kangen dll campur jadi satu.
Karena memang sudah direncanakan tidak mudik dan berkali kali mejelaskan ke orang rumah bahwa aku tidak udik, maka perasaan tidak mudik ini rasanya biasa biasa saja. Secara spontan aku menjawab pertanyaan Papi tentang tempat Sholat Ied, yaitu di Masjid Istiqlal.
Sehari sebelum hari raya, ba'da Sholat Maghrib, imam sholat segera ememipin takbiran. Saat takbiran inilah mulai ada perasaan rindu keluarga di kampung halaman. Karena biasanya malam takbiran selalu ada di rumah berkumpul bersama keluarga. Takbiran ba'da magrib itu juga membuat pikiranku melayang ke saat Sholat Ied ( baik Idul Fitri maupun Idul Adha ) dimana aku selalu duduk di sebelah Papi. Mulai dari kecil sampai terkahir lebaran idul fitri tahun ini aku selalu duduk di sebelah Papi. Kalo tidak salah baru tiga kali aku sholat ied terpisah, yaitu Idul Adha jaman kuliah d3, Idul fitri tahun 2007, dan Idul adha tahun ini.
Ba'da Isya pun perasaan yang sama masih ada. Dan mulai ba'da Isya ini suasana takbiran jadi semakin ramai karena semua masjid saling bersahut sahutan mengumandangkan Takbir.
Malam itu, setelah menelepon keluarga di Sukoharjo, aku berniat bahwa besok akan sholat Ied di masjid Istiqlal. Kuajak beberapa teman, tapi sepertinya kurang direspon. Aku mulai merencanakan apa yang dilakukan besok saat sholat Ied di masjid Istiqlal dan sampe Sholat Jum'at sekalian karena kebetulan bertepatan dengan hari Jum'at. Apa mungkin sampai terbawa mimpi, maka aku pun terbangun lebih awal yaitu jam 3 pagi dan mulai packing semua yang perlu dibawa ke Masjid. Aku tidak merasakan hawa dingin pagi tiu, dan langsung madi sebelum sholat subuh, karena aku berencana berangkat setelah Subuh dan kemudian menetapkan tujuan Stasiun Gambir sebagai tempat penitipan sepeda motorku.
Dan dimulailah perjalanku pada Hari Raya Idul Adha tahun 2009 ini.
Aku berangkat tepat jam 5 pagi dari kos dengan tujuan Stasiun Gambir. KArena msih pagi dan masih sepi maka perjalanan ke Stasiun gambir tersebut cukup ditempuh dalam waktu 30 menit saja (kalo siang hari n jam padat berapa menit ya ?)
Kutitipkan motor di stasiun gambir, aku ganti kostum dan mulai menyusuri trotoar menuju masjid Istiqlal. Jam setengah enam sudah ramai, dan karena di masjid ini sang RI 1 akan melaksanakan Sholat Ied maka pengamanan pun diperketat.
Aku masuk melalui pintu dekat halte busway. Di pintu masuk sudah terdapat antrian kecil pemeriksaan barang bawaan dan para penjual tas plastik sebagai tempat sandal. Aku cukup cepat melewati antrian tersebut setelah memasukkan tasku ke dalam alat pemindai seperti di bandara.
Suasana di dalam masjid yang sudah mulai ramai membuat aku segera berwudhu dan segera naik ke lantai utama agar bisa duduk dekat pak presiden (he he). Sesampainya di lantai utama, ternyata jamaah sudah penuh dan aku pun kebagian shaf nomer sekian dari depan.
Pembawa acara memberitahukan jadwal acara Sholat Ied yaitu jam 7 15 pagi setelah kedatangan pak presiden jam 6 lebih 55 menit. Padahal waktu aku selesai Sholat sunah adalah jam 6 lebih 5 menit. Berarti aku masih harus menunggu satu jam lagi. Penantian tersebut diisi dengan mengumandangkan takbir dan memperhatikan par ajamaah lain yang bru datang maupun yang ada di depanku (aku tulis di tulisan bagian dua).
Pak presiden pun datang dan melaksanakan sholat sunah dan kemudian Sholat Ied pun dimulai. Sampai disini aku masih merasa seperti orang hilang tidak kenal satu orang pun di situ dan sendirian diantara ribuan jamaah. Kalau dipikir pikir, kenapa kok aku sendirian sholat Ied di masjid Istiqlal padahal di kampus pun diadakan sholat Ied. Setelah sholat Ied dan kutbah serta acara penyerahan hewan kurban oleh presiden, aku masih duduk di masjid sambil melihat banyak orang yang bersliweran mencari temannya, keluarganya, dll.
Aku masih merasa aneh, berada di sini sendirian, duduk, sementara orang lain datang bersama teman, kerabat, atau keluarga mereka. Pikiranku melayang ke saat saat sholat ied bersama keluarga di rumah.
Cukup lama aku termenung di dalam masjid, dan akhirnya kuputuskan untuk keluar karena perut mulai butuh makan.
Setelah sholat ied aku langsung berjalan menuju parkiran motor di stasiun gambir tapi muter lewat pelataran monas. Pikiran mulai mundur ke waktu setahun yang lalu, saat kami sekeluarga naik ke puncak monas.
Setelah melewati monas, aku sarapan di stasiun gambir. Dari dulu ingin sekali makan di Hokben yang ada di stasiun gambir. Dan kali ini pun aku hanya lewat di depannya karena antrian cukup panjang, dan kakhirnya aku sarapan di warung lain.
Untuk mengisi waktu sampai sholat jumat, aku memutuskan untuk keliling jakarta pakai motor, mumpung jalanan sepi di hari libur. Aku mengandalkan papan petunjuk jalan utnuk mencapai tujuan. Perjalanan dimulai dari gambir menuju jalan Hasyim Ashari, kemudian ke Mangga dua, dan berhenti di kawasan kota tua jakata.
Aku memutar sebanyak dua kali untuk mencari tempat parkir motor di kawasan kota tua tersebut. Dan akhirnya tidak ketemu juga.
PErjalanan selanjutnya adalah menyusuri jalan dari stasiun kota sampai monas sambil mencari papan petunjuk jalan ke arah tanah abang. Di lampu merah depan indosat kutemukan petunjuk ke arah tanah abang, dan kemudian aku mengikutinya. Samapai di sana ternyata semua toko masih tutup (hari libur n tanggal merah).
Cukup lama memutari kota Jakarta, akhirnya kembali lagi ke Masjid Istiqlal untuk sholat Jum'at. Perjalanan dari tanah abang ke Istiqlal ini yang agak membingungkan. Aku tersesat dan sampai lagi ke harmoni.
Sholat Jum'at aku duduk di shaf terdepan. Karena dari jam tiga pagi belum tidur ditambah jalan jalan keliling Jakarta, maka rasa kantuk pun mulai menyerang. AC dari arah depan semakin memperparah rasa kantuk. Diantara jamaah sholat Jumat aku melihat ada ustad Yusuf Mansur, namun aku belum sempat bersalaman karena beliau keluar dari pintu yang berbeda.
Dan selesailah misi sholat Ied plus Sholat Jum'at di masjid Istiqlal pada hari raya Idul Adha 1430 H. Aku membeli kalender tahun 2010 titipan Papi, seperti ketika tahun lalu aku juga membeli kalender 2009 di masjid Istiqlal ini.
Dalam perjalanan pulang ini, aku mulai tergerak untuk mencoba jalur baru dan dengan bantuan papan petunjuk jalan. Aku melalui daerah kuningan (depan Global TV) dan akhirnya sampai di jalan Monginsidi Kebayoran Baru.
Sampai di kos, kubuka fb dan kulihat banyak status tentang penyembelihan hewan kurban. Ba'da Ashar aku ditelpon keluarga bahwa mereka sedang menikmati masakan olahan daging kurban yaitu sate dan gulai. Semakin sore semakin banyak status tentang makan daging kurban, bahkan ada seseorang yang sampe mabok daging. Penderitaan semakin lengkap dengan banyaknya warung yang tidak beroperasi pada hari itu.
Demikianlah perjalanku saat Idul Adha tahun ini.
Aneh, Senang, Sedih, Iseng, Kangen dll campur jadi satu.



1 comment
salam blogger gan http://goo.gl/9biJTw || http://ow.ly/DWUII || http://wp.me/5kUP5 || http://ow.ly/DZDcn
22 November 2014 pukul 14.22Posting Komentar