IDUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1430 H ( part II )

Jumat, 27 November 2009

Assalamu alaikum Wr Wb
Daftar orang yang kutemui saat Sholat Idul Adha 1430 H tahun 2009 ini, mulai dari berangkat sampai pasca sholat ied.
1. Orang pulang Sholat subuh
2. Orang di pinggir jalan

3. Orang miskin
4. Orang mudik
5. Orang Jaga Keamanan
6. Orang Sholat Ied
7. Orang Jualan
8. Orang Kaya Wartawan
9. Orang Suka Nyelonong plus marah marah
10. Orang penting
11. Orang LIFO
12. Orang tidur
13. Orang berseragam
14. Orang narsis
15. Orang piknik
16. Orang olahraga
apa lagi ya

Read More..

IDUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1430 H

Assalamu alaikum Wr Wb
Hari ini tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H, umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha sebagai warisan ketaatan nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT. Lebaran Idul Adha ini seperti biasa jadi ajang mudik bagi sebagian orang di perantauan. Namum Idul Adha tahun ini aku tidak mudik, karena bertepatan dengan ujian akhir semester.

Karena memang sudah direncanakan tidak mudik dan berkali kali mejelaskan ke orang rumah bahwa aku tidak udik, maka perasaan tidak mudik ini rasanya biasa biasa saja. Secara spontan aku menjawab pertanyaan Papi tentang tempat Sholat Ied, yaitu di Masjid Istiqlal.
Sehari sebelum hari raya, ba'da Sholat Maghrib, imam sholat segera ememipin takbiran. Saat takbiran inilah mulai ada perasaan rindu keluarga di kampung halaman. Karena biasanya malam takbiran selalu ada di rumah berkumpul bersama keluarga. Takbiran ba'da magrib itu juga membuat pikiranku melayang ke saat Sholat Ied ( baik Idul Fitri maupun Idul Adha ) dimana aku selalu duduk di sebelah Papi. Mulai dari kecil sampai terkahir lebaran idul fitri tahun ini aku selalu duduk di sebelah Papi. Kalo tidak salah baru tiga kali aku sholat ied terpisah, yaitu Idul Adha jaman kuliah d3, Idul fitri tahun 2007, dan Idul adha tahun ini.
Ba'da Isya pun perasaan yang sama masih ada. Dan mulai ba'da Isya ini suasana takbiran jadi semakin ramai karena semua masjid saling bersahut sahutan mengumandangkan Takbir.
Malam itu, setelah menelepon keluarga di Sukoharjo, aku berniat bahwa besok akan sholat Ied di masjid Istiqlal. Kuajak beberapa teman, tapi sepertinya kurang direspon. Aku mulai merencanakan apa yang dilakukan besok saat sholat Ied di masjid Istiqlal dan sampe Sholat Jum'at sekalian karena kebetulan bertepatan dengan hari Jum'at. Apa mungkin sampai terbawa mimpi, maka aku pun terbangun lebih awal yaitu jam 3 pagi dan mulai packing semua yang perlu dibawa ke Masjid. Aku tidak merasakan hawa dingin pagi tiu, dan langsung madi sebelum sholat subuh, karena aku berencana berangkat setelah Subuh dan kemudian menetapkan tujuan Stasiun Gambir sebagai tempat penitipan sepeda motorku.
Dan dimulailah perjalanku pada Hari Raya Idul Adha tahun 2009 ini.
Aku berangkat tepat jam 5 pagi dari kos dengan tujuan Stasiun Gambir. KArena msih pagi dan masih sepi maka perjalanan ke Stasiun gambir tersebut cukup ditempuh dalam waktu 30 menit saja (kalo siang hari n jam padat berapa menit ya ?)
Kutitipkan motor di stasiun gambir, aku ganti kostum dan mulai menyusuri trotoar menuju masjid Istiqlal. Jam setengah enam sudah ramai, dan karena di masjid ini sang RI 1 akan melaksanakan Sholat Ied maka pengamanan pun diperketat.
Aku masuk melalui pintu dekat halte busway. Di pintu masuk sudah terdapat antrian kecil pemeriksaan barang bawaan dan para penjual tas plastik sebagai tempat sandal. Aku cukup cepat melewati antrian tersebut setelah memasukkan tasku ke dalam alat pemindai seperti di bandara.
Suasana di dalam masjid yang sudah mulai ramai membuat aku segera berwudhu dan segera naik ke lantai utama agar bisa duduk dekat pak presiden (he he). Sesampainya di lantai utama, ternyata jamaah sudah penuh dan aku pun kebagian shaf nomer sekian dari depan.
Pembawa acara memberitahukan jadwal acara Sholat Ied yaitu jam 7 15 pagi setelah kedatangan pak presiden jam 6 lebih 55 menit. Padahal waktu aku selesai Sholat sunah adalah jam 6 lebih 5 menit. Berarti aku masih harus menunggu satu jam lagi. Penantian tersebut diisi dengan mengumandangkan takbir dan memperhatikan par ajamaah lain yang bru datang maupun yang ada di depanku (aku tulis di tulisan bagian dua).
Pak presiden pun datang dan melaksanakan sholat sunah dan kemudian Sholat Ied pun dimulai. Sampai disini aku masih merasa seperti orang hilang tidak kenal satu orang pun di situ dan sendirian diantara ribuan jamaah. Kalau dipikir pikir, kenapa kok aku sendirian sholat Ied di masjid Istiqlal padahal di kampus pun diadakan sholat Ied. Setelah sholat Ied dan kutbah serta acara penyerahan hewan kurban oleh presiden, aku masih duduk di masjid sambil melihat banyak orang yang bersliweran mencari temannya, keluarganya, dll.
Aku masih merasa aneh, berada di sini sendirian, duduk, sementara orang lain datang bersama teman, kerabat, atau keluarga mereka. Pikiranku melayang ke saat saat sholat ied bersama keluarga di rumah.
Cukup lama aku termenung di dalam masjid, dan akhirnya kuputuskan untuk keluar karena perut mulai butuh makan.
Setelah sholat ied aku langsung berjalan menuju parkiran motor di stasiun gambir tapi muter lewat pelataran monas. Pikiran mulai mundur ke waktu setahun yang lalu, saat kami sekeluarga naik ke puncak monas.
Setelah melewati monas, aku sarapan di stasiun gambir. Dari dulu ingin sekali makan di Hokben yang ada di stasiun gambir. Dan kali ini pun aku hanya lewat di depannya karena antrian cukup panjang, dan kakhirnya aku sarapan di warung lain.
Untuk mengisi waktu sampai sholat jumat, aku memutuskan untuk keliling jakarta pakai motor, mumpung jalanan sepi di hari libur. Aku mengandalkan papan petunjuk jalan utnuk mencapai tujuan. Perjalanan dimulai dari gambir menuju jalan Hasyim Ashari, kemudian ke Mangga dua, dan berhenti di kawasan kota tua jakata.
Aku memutar sebanyak dua kali untuk mencari tempat parkir motor di kawasan kota tua tersebut. Dan akhirnya tidak ketemu juga.
PErjalanan selanjutnya adalah menyusuri jalan dari stasiun kota sampai monas sambil mencari papan petunjuk jalan ke arah tanah abang. Di lampu merah depan indosat kutemukan petunjuk ke arah tanah abang, dan kemudian aku mengikutinya. Samapai di sana ternyata semua toko masih tutup (hari libur n tanggal merah).
Cukup lama memutari kota Jakarta, akhirnya kembali lagi ke Masjid Istiqlal untuk sholat Jum'at. Perjalanan dari tanah abang ke Istiqlal ini yang agak membingungkan. Aku tersesat dan sampai lagi ke harmoni.
Sholat Jum'at aku duduk di shaf terdepan. Karena dari jam tiga pagi belum tidur ditambah jalan jalan keliling Jakarta, maka rasa kantuk pun mulai menyerang. AC dari arah depan semakin memperparah rasa kantuk. Diantara jamaah sholat Jumat aku melihat ada ustad Yusuf Mansur, namun aku belum sempat bersalaman karena beliau keluar dari pintu yang berbeda.
Dan selesailah misi sholat Ied plus Sholat Jum'at di masjid Istiqlal pada hari raya Idul Adha 1430 H. Aku membeli kalender tahun 2010 titipan Papi, seperti ketika tahun lalu aku juga membeli kalender 2009 di masjid Istiqlal ini.
Dalam perjalanan pulang ini, aku mulai tergerak untuk mencoba jalur baru dan dengan bantuan papan petunjuk jalan. Aku melalui daerah kuningan (depan Global TV) dan akhirnya sampai di jalan Monginsidi Kebayoran Baru.
Sampai di kos, kubuka fb dan kulihat banyak status tentang penyembelihan hewan kurban. Ba'da Ashar aku ditelpon keluarga bahwa mereka sedang menikmati masakan olahan daging kurban yaitu sate dan gulai. Semakin sore semakin banyak status tentang makan daging kurban, bahkan ada seseorang yang sampe mabok daging. Penderitaan semakin lengkap dengan banyaknya warung yang tidak beroperasi pada hari itu.
Demikianlah perjalanku saat Idul Adha tahun ini.
Aneh, Senang, Sedih, Iseng, Kangen dll campur jadi satu.
Read More..

Apa Artinya Sebuah Nama ?

Senin, 23 November 2009

Assalamu alaikum Wr Wb
Kali ini berhubungan dengan Al Qur'an dan terjemahannya. Seminggu ini mulai masuk surat An-Nisaa. Sempat beberapa saat berhenti di ayat 32 dan 34 untuk merenunginya. Namun yang aku tulis disini bukan tentang ayat tersebut tetapi tentang ayat 62.

Membaca QS An-Nisaa ayat 62 terutama di akhir ayat menunjukkan kata watawfiiqaan. Owh itu kan namaku. Langsung saja aku menuju ke terjemahannya, dan ternyata berarti kedamaian (terjemahan pada Al Qur'an ku). Sedangkan pada Al Qur'an di web (klik disini) diterjemahkan sebagai perdamaian yang sempurna.
Kata watawfiiqaan di akhir ayat 62 tersebut sepertinya bukan kata dasar, dan Insya Allah nanti aku akan mendapatkan pengertiaan nama ku yang lebih jelas.

Berikut kutipan QS An-Nisaa ayat 62 beserta terjemahannya :
Photobucket
terjemahan :
Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah : "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

Al Qur'an digital via web, klik here


Read More..

Kalimongso Monday Market

Assalamu alaikum Wr Wb
Ujian hari pertama yaitu Seminar Keuangan Publik memang menguras tenaga dan pikiran. Alhamdulillah ujian telah dilewati dengan lancar walaupun masih ada kekurangan di beberapa jawaban. Sore ini tidak seperti biasanya.Tidur setelah Sholat Ashar dan terbangun jam setengah enam. Aku langsung mandi sore dan persiapan Sholat Maghrib. Ba'da Magrib, dilanjutkan makan malam bersama teman teman sekosan. Kami memutuskan makan di PJMI.

Perjalanan ke PJMI melewati jalan yang cukup terkenal bagi anak STAN yaitu jalan Kalimongso. Ternyata ini hari Senin dan seperti biasa ada pasar malam di jalan kalimongso. Melewati pasar malam tersebut, lalu timbul inspirasi untuk membuat tulisan ini dan membuatkan nama untuk pasar malam tersebut yaitu "Kalimongso Monday Market"
Jalanan yang sempit, dipenuhi oleh lapak lapak pedagang. Perjalanan dengan motor pun agak tersendat karena kami harus berbagi jalan dengan pejalan kaki dan motor dari arah berlawanan. Namun kemacetan tersebut bisa dijadikan ajang pengamatan produk apa saja yang dijual di KMM tersebut.
Aneka jenis barang dijual di KMM. Dari pengamatanku ada yang jual sandal, sepatu, kaos,celana, kemeja, jilbab, baju anak, daleman, kaos kaki, mainan anak, rak, kaset VCD dan DVD film, dan bahkan sayuran.
KMM ini bisa disebut sebagai indikator ekonomi kerakyatan yang sebenarnya karena pasar ini memang sangat merakyat. Perkembangan jaman dan banyaknya pusat perbelanjaan di Jakarta memang menenggelamkan pasar pasar tradisional. Adanya KMM ini menunjukkan bahwa ekonomi kelas menengah ke bawah masih ada. Harga barang yang terjangkau dan sepertinya bisa ditawar membuat KMM ini beda dari pasar modern.
Kalimongso jaman dulu saat aku masih kuliah di D3 STAN memang berbeda dengan sekarang. Jalanan belum di hotmix, hanya ada beberapa warung, kos kosan belum sebanyak sekarang. Kalau hujan deras, jalanan di depan kos puri lestari pasti banjir. Dan pada tahun 2002 sampai 2005 itu belum ada KMM seperti sekarang.
Kalimongso memang penuh kenangan. Makan di warung bu gendut dan warung wonogiri, mie rebus, roti bakar, dan es susu coklat di akang, mushola Nurul Hidayah, maen band di Glen studio, foto kopi uda, rental komputer, dan yang paling ga berkesan perjalanan bolak balik ke kampus.
Read More..

Mati

Sabtu, 21 November 2009

Assalamu alaikum Wr Wb
Ba'da Sholat Dhuhur kucoba mempertahankan kebiasaan membaca Al Qur'an dan terjemahannya walaupun sebentar.

Dan pada hari ini aku telah sampai pada Surat Ali Imran dan Alhamdulillah sudah sampe pada ayat terakhir. Aku berhenti sejenak pada ayat 185 tentang kematian. Berikut adalah QS Ali Imran ayat 185 beserta terjemahannya :

Photobucket

yang artinya :
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Semoga ayat ini dapat menjadi renungan bagi kita semua akan kematian.
Read More..

Hari Terakhir Kuliah DIV

Assalamu alaikum Wr Wb
Jum'at 20 Nopember 2009, ada momen spesial di hari ini. Ya! Hari ini kuliah terakhir di Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara angkatan matrikulasi yang masuk tahun 2007. Waktu berlalu begitu cepat. sepertinya baru kemaren aku kuliah masih pake motor plat merah dan berangkat dari kosanku di Cipondoh Kota Tangerang.

Sudah dua tahun lebih aku dan teman2 seangkatan melewati masa masa perkuliahan dengan berbagai cita rasa aroma dan kenangan (mungkin akan ku ceritakan dalam tulisan lain).Akhir perkuliahan pada hari Jum'at diisi dengan dua mata kuliah tentang perpajakan dengan pengajar dari Kantor Pusat Dirjen Pajak. Rencana jadwal masuk jam setengah delapan membuat pikiran kembali melayang ke masa masa masuk kantor dulu dimana aku harus absen finger print jam setengah delapan. Hari terakhir kuliah ini memang tidak membuat kami semua lega, karena meskipun kuliah telah usai kami msaih punya satu tugas berat yaitu penyusunan skripsi mulai bulan Desember nanti.
Kita mulai cerita di hari Jum'at tersebut. Pagi itu begitu dingin, dan aku terbangun agak terlambat karena pengumuman waktu subuh yang biasa dilakukan Pak Nano (Muadzin Masjid Assaadah Ponsaf) tidak ada. Adzan Subuh pun juga agak telat dibandingkan dengan masjid lain. Setelah sholat Subuh dan membaca Kitabn Allah SWT sebentar, kulanjutkan dengan meneruskan membuat power point tugas kuliah perpajakan yang akan dipresentasikan nanti. Inilah salah satu kebiasaan buruk selama kuliah DIV, aku selalu mengerjakan tugas mendekati dateline. Tugas dalam bentuk word sudah kukerjakan sore hari sebelumnya dan telah ku email ke kompilator ( tumben banget rajin ). Sebenarnya power point sudah mulai kukerjakan jam 9 malam terbukti dengan terbukanya program power point dan sudah kuketik judul tugas bagianku. Tetapi seperti biasa, aku mau tidur sebentar untuk meleuruskan tulang punggung ini. Dan akhirnya aku pun tertidur sampe pagi.
Kuliah hari Jumat ini rencananya dimulai jam setengah delapan. Berarti aku harus berangkat satu jam sebelumnya yaitu jam setengah tujuh. Sejak kampus STAN direnovasi besar besaran, maka untuk mahasiswa DIV kampusnya dipindahkan ke kantor BPPK di daerah purnawarman (deket Mabes Polri n Kejaksaan Agung). setelah Idul Fitri tahun 2009 ini kami mahasiswa DIV harus bolak balik Jurangmangu Purnawarman untuk kuliah.
Jakarta memang padat, dan seperti biasa tiap perjalanan dari Jurangmangu ke Purnawarman harus dilalui dengan perjuangan melawan kemacetan Ibu kota.
Kuliah sesi pertama adalam seminar perpajakan dengan dosen pak Arif M Zuhri dari Kantor Pusat DJP. Materinya tentang Undang Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Aku duduk baris kedua dari depan. Presentasi dimulai dari kelompok wayan dkk, dan kelompok mas inyo dkk tentang upaya hukum wajib pajak. Wayan n Wahyu memang cocok jadi pengajar karena penguasaan materi dan detail presentasinya. sedangkan dari kelompok kelas B diwakili oleh orang orang yang berpengalaman di bidangnya.
Presentasi kedua mengenai pasal 36 A UU KUP dibawakan oleh ibu2 DIV (Nies dan Naning) dan kelompok kelas B diwakili Oleh WIna, Edi, dan mas Joel. Nies yang sedang hamil tua tetap semangat berpresentasi, naning dengan penjelasan sanksi sanksi (PP 30, UU Tipikor, KUHP, dll ), pak edi yang mulai menunjukkan selera humornya, mas joel dengan istilah garis tebal untuk kalimat yang perlu ditekankan, dan penutup oleh wina.
Presentasi ketiga dari kelompokku yang diwakili haris dan aris serta andi dan mas Otto dari kelas A. Materi yang dibahas adalah tentang Pidana Pajak dalam perspektif UU KUP. Pembahasan mengenai jenis tindak pidna pajak, sanksi denda, kurungan , atau penjara dll. Yang menarik adalah pertanyaan dari pak Arif tentang berapa sanksi yang akan dijatuhkan jika terjadi tindak pidana lebih dari satu. Haris sempat bercanda kepaada aris tentang negosiasi enaknya berapa tahun hukuman yang dijatuhkan.
Kelompok emapat belum sempat maju, karena waktu telah menunjukkan pukuh 11.15, dan akhirnya pak Arif menutup perkuliah Seminar Perpajakan ini dengan beberapa kesimpulan presentsi kami, pandangan beliau tentang mahasiswa non hukum, dan permintaan maaf selama mengajar mata kuliah tersebut.
Kami juga mohonmaaf pak dan kami mengucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang ditranfer kepada kami, seperti melihat UU KUP dari sisi hukum.
Setelah kuliah sesi I, aku langsung makan siang, sholat Jum'at dan istirahat tidur siang di masjid sampe jam satu lebih sepuluh menit.
Kuliah kedua yaitu Seminar Pemeriksaan Pajak dimulai agak terlambat yaitu jam dua lebih. Seperti minggu kemaren, masih bertema pemeriksaan khusus yaitu tentang Transfer Pricing. Kuliah langsung dimulai dengan pemberian kisis2 soal UAS, dan review pelajaran minggu lalu sebagai sarana penilaian aktivitas mahasiswa.
Pak Ahmad Amin dari Kantor Pusat DJP mencoba merubah pandangan kami tentang Transfer Pricing sehingga dalam melakukan pemeriksaan nantinya akan benar benar berdasarkan sebuah pemahaman ilmu yang tepat. Dalam kuliah ini cukup banyak mahasiswa yang berargumen, mengenai metode pemeriksaan yang dilakukan, seperti resale price method, cost plus method, dll.
Akhirnya kuliah ini ditutup dengan pemberian tugas analisis kasus Transfer Pricing yang dikumpulkan pad tanggal 4 Desember 2009 maksimal jam 18:00 via email. Itulah suasana kuliah di hari terakhir kami.
Perjalanan pulang dari Purnawarman menuju Jurangmangu seperti perjalanan hari hari sebelumnya. Perjalanan yang bertepatan dengan jam pulang kantor. Jalanan padat dan kemacetan pasti tak terhindarkan.
Malamnya aku menelepon rumah (papi, ibu n adik) untuk menceritakan tentang perkuliahan yang telah usai dan hari ini merupakan hari terakhir kuliah, senin (23 nopember 2009) aku UAS, dan setelah itu mulai mengerjakan skripsi.



Read More..

Cinta Pertama dan Terakhir

Selasa, 17 November 2009




sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih

sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

reff:
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku

sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

repeat reff

bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku

repeat reff
Read More..

Toko Online Simple ( repost from my Multiply )

Senin, 16 November 2009

Apa yang ada di pikiran kita saat membaca judul diatas? sebuah tempat menjual barang atau jasa di internet. Di jaman modern ini semakin banyak toko fisik yang membuka tokonya secara online seperti gramedia online, gunung agung, bhineka.com, dll. Dengan semakin banyaknya pengguna internet, maka keberadaan toko online ini sangat berpebgaruh terhadap proses pemasaran produk mereka. Selama ada koneksi internet, para pembeli bisa seolah olah datang ke toko fisik untuk melihat barang atau jasa yang ditawarkan di toko tersebut.

Konsep toko online sebenarnya adalah mengkonversi semua yang ada di toko fisik menjadi suatu bentuk toko digital. Barang yang dijual di toko fisik dirubah dalam bentuk gambar untuk ditampilkan di toko online, Tanya jawab dengan pelayan toko dirubah dengan sarana chat atau email. Toko online juga mengantisipasi masalah jarak penjual dan pembeli melalui pengiriman barang. Dan masih banyak lagi konsep lainnya.

Kadang para penjual tidak memiliki toko fisik yang sebenarnya tetapi melakukan pemajangan barang dan jasa hanya melalui internet saja. Dengan sedikit teknis internet dan membayar sejumlah biaya tertentu maka toko online sudah bisa dibuat dengan bentuk yang mirip dengan toko toko online yang sudah terkenal.

Selain toko online dengan web tersendiri, saat ini juga banyak dijumpai toko online dalam suatu forum komunikasi di dunia maya/ internet. Biasanya dalam forum ini toko online dikelompokkan dalam sub forum jual beli yang kemudian dikelompkkan lagi menjadi lebih spesifik sesuai dengan jenis barang dan jasa yang ditransaksikan. Forum komunikasi yang dapat kita temukan saat ini terutama yang berisi forum jual beli antara lain adalah :
KASKUS ( http://www.kaskus.us/ )
FORUM DETIK ( http://forum.detik.com/ )
FORUM DETIKinet ( http://forum.detikinet.com/ )
INDOFORUM ( http://www.indoforum.org/ )
CHIP ( http://classifieds.chip.co.id/ )
dan masih banyak lagi forum lainnya.

Cukup dengan melakukan register dalam forum tersebut, kita sudah bisa melakukan posting utnuk melakukan penwaran terhadap barang atau jasa yang dijual. Di lain pihak, kita juga bisa membuka suatu toko online dengan konsep yang cukup sederhana. Syarat utamanya adalah kita punya barang atau jasa yang bisa dijual. Setelah itu tinggal kita tampilkan di dalam forum jual beli sesuai dengan kategori yang adanya. beberapa hal yang perlu diingat adalah bahwa kita harus bisa menginformasikan barang dan jasa kita semaksimal mungkin dan jangan seperti iklan baris.

Informasi yang perlu ditampilkan dalam toko online sederhana kita adalah Informasi tentang barang atau jasa kita ( meliputi spesifikasinya, garansi, atau kondisi barang jika kita menjual barang second, dan jangan lupa gambar barang yang kita jual ), informasi harga, informasi contact person kita, dan informasi tambahan lain ( seperti testimonial pembeli yang pernah transaksi dengan kita, daftar tarif pengiriman barang melalui jasa pegiriman ).

Semua teknik untuk mempercantik toko online dalam forum tersebut bisa dipelajari dalam sub forum lain yang berisi petunjuk untuk memasang gambar, merubah font, menambah animasi, membuat link referral, dll. Tampilan iklan yang baik dan strategi untuk selalu memunculkan iklan di halaman pertama forum akan meningkatkan kemungkinan produk kita bisa laku terjual.

Mulai sekarang, kita bisa membuat toko online kita sendiri yang cukup sederhana dan mudah.

Read More..

Masih Kepikiran Soal UTS SKP

Minggu, 15 November 2009

Assalamu alaikum Wr Wb
Hari ini tanggal 15 Nopember 2009, tak terasa kuliah semester 9 DIV Akuntansi STAN tinggal seminggu lagi. Tanggal 23 Nopember Insya Allah kami akan melaksanakan Ujian Akhir Semester 9 (mohon doanya ya, semoga lancar). Masalah persiapan menghadapi ujian tersebut tidak perlu dipertanyakan lagi, karena kami pasti belum siap, he he he.

Bicara masalah ujian, saya masih kepikiran salah satu soal ujian UTS mata kuliah Seminar Keuangan Publik yaitu soal tentang LINDAHL EQUILIBRIUM. Catatan yang saya pelajari memang sudah ada, dan saya cuma membaca tulisan tersebut tanpa memperdalam maksudnya. Sebagai akibatnya, saya tidak bisa mengerjakan soal tentang LINDAHL EQULIBRIUM tersebut (padahal soal lain juga ga bisa mengerjakan).
Berikut ini akan saya bayar hutang saya untuk menjawab soal tersebut, meskipun cuma copas dari wikipedia. Silahkan pembaca pahami apa sih yang dimaksud dengan LINDAHL EQUILIBRIUM di bawah ini :
(english skill is needed)

Equilibrium under a Lindahl tax describes the situation in which individuals pay for the provision of a public good according to their marginal benefits. Lindahl taxes are sometimes known as benefit taxes.
Erik Lindahl, a student of Knut Wicksell, proposed this method for financing public goods in order to demonstrate the consensus politics was actually possible. Because people are all a bit different in their preferences and circumstances, consensus requires each person to pay a somewhat different tax price for every service. If each person's tax price is set equal to the marginal benefits received at the ideal service level, it turns out that each person will agree to have that service level provided.
The Lindahl equilibrium is Pareto efficient and it can be shown that an equilibrium exists for diverse environments. Unfortunately, Lindahl taxation requires knowledge of the demand functions for each individual for all private and public goods.
When information about marginal benefits is available only from the individuals themselves, this gives rise to a "preference revelation problem." Each person can lower his or her tax cost by under reporting their benefits from the public service. This informational problem implies that survey-based Lindahl taxation is not incentive compatible. Incentives to understate one's true benefits under Lindahl taxation resemble those of a Prisoner's dilemma, and people will be inclined to misrepresent their demand for the public service.
In principle, preference revelation mechanisms can be used to address that problem, although none of these have been shown to completely solve the problem. Amongst others the Clarke-Groves mechanism is an example of this ensuring true values are revealed and that a public good is provided only when it should be. The allocation of cost is taken as given and the consumers will report their net benefits (benefits-cost). The public good will be provided if the sum of the net benefits of all consumers is positive. If the public good is provided side payments will be made reflecting the fact that truth telling is costly. The side payments internalize the net benefit of the public good to other players. The side payments must be financed from outside the mechanism. In reality these preference revelation mechanisms are difficult to implement as the size of the population makes it costly both in terms of money and time.

Source : wikipedia


Read More..