Kisah Pensil

Selasa, 20 Maret 2012

Kisah pensil baru ....

Pensil baru, belum bisa digunakan untuk menggoreskan tanda di kertas
Agar bisa dipakai, pensil baru harus diraut

Rautan akan memisahkan sebagian dari pensil sehingga muncul bagian yg digunakan sebagai penanda

Klo bisa merasa dan bicara, pasti pensil baru akan berteriak kesakitan

Rasa sakit karena bertemunya bagian pensil dgn pisau tajam, yang menimbulkan luka

Luka yg merubah bentuk awal dan memisahkannya dari tubuh induk

Tapi luka dan perubahan bentuk tsb, justru membuat pensil bisa berfungsi, bisa memberikan manfaatnya

Setelah bertemu pisau tajam, pensil masih harus melepaskan bagiannya kepada media lain, seperti kertas ...

Setelah bertemu pisau tajam, pensil masih harus melepaskan bagiannya kepada media lain, seperti kertas ...

Perpisahan tersebut menghasilkan karya pd kertas, berupa coretan yg membntuk sketsa atau susunan huruf

Bagian tubuh pensil sudah banyak yg terpisah, maka saatnya bertemu pisau tajam lagi,

Untuk bisa memberikan manfaat terbaik darinya, dia akan bertemu pisau lagi, dan lagi, dan lagi, sampai benar benar habis

Dan akhirnya sang pensil pun telah sirna, sudah hilang,

Ada sisa pertemuannya dngan rautan pisau tajam, menggambarkan kesakitan dan keperihan usaha, demi memberi manfaatnya

Sisa tersebut biasa dikatakan sebagai sampah, kotoran, yang tak berguna, merusak pemandangan

Tapi dari sudut pandang lain, bisa dilihat nilai perjuangan pensil dalam rangka mnyumbangkan fungsinya

Sang pensil telah hilang, meninggalkan sisa pertemuannya dengan besi tajam, dan ...

Manfaatnya dapat terlihat dari media kertas, dimana bagian tubuhnya berserakan disana

Bagian tubuhnya menyebar, berkumpul, berjajar, berjarak tertentu, berbentuk pola

Membentuk manfaat suatu karya, susunan huruf, sketsa dua atau tiga dimensi,

Melewati lintasan sekali, membentuk manfaat biasa, melewati dua kali atau lebih, agar manfaat lebih tebal dan jelas ...

Kesimpulannya : sang pensil baru, untuk bisa bermanfaat, harus menahan sakitnya perjumpaan dgn besi tajam

Manfaatnya adalah perpisahan dengan tubuh utama, yang ditinggalkan pada media

Membentuk susunan pola, bentuk sketsa, rangkaian huruf sebagai anak kata, cucu kalimat, buyut tulisan, dan cicit karya sastra


from my tweets 14 March 2012

Read More..

Kantong Plastik

Minggu, 12 Juni 2011

Ada orang yang mudah mabuk perjalanan. Biasanya mereka akan merasa mual dan ingin muntah. Naik bis, kereta, pesawat, atau kapal laut bias membuat mereka mabuk. Untuk menaggulanginya mereka naik kendaraan yang menurut mereka paling nyaman dan sebelum berangkat minum obat anti mabuk dahulu.

Sore hari, bada Ashar. Dalam perjalanan dari halte Semanggi menuju halte Pancoran Tugu dengan bus Trans Jakarta. Seperti biasa, bus ini selalu penuh penumpang. Banyak penumpang yang bergelantungan terutama di dekat pintu. Bus yang ber-AC itupun sudah seperti bus non AC. Udara dingin sudah terserap oleh banyak orang dan dikalahkan oelh panas tubuh mereka. Situasi ini membuat para korban mabuk perjalanan segera berkontaksi alias penyakitnya kambuh. Perutpun mulai terasa mual, kepala pusing, pandangan berkunang-kunang, keringat mengalir deras, dll.

Dan dengan segera dia memberitahukan ke orang di sebelahnya atau orang yang bepergian bersamanya bahwa titik kritis permabukan ini akan segera tercapai. Pencapaian titik kritis ini biasanya adalah seperti gunung berapi yang mengeluarkan lava pijar dari dalam perut bumi (agak lebai sih) yang bahasa sederhananya muntah. Segala apa yang ada di perutnya akan keluar denagn berbagai bentuk yang membuat kita malas makan (hehehehe). Jika dia ingin memuntahkan di situ sebenarnya tidak masalah karena di berbagai kendaraan umum hal tersebut sudah biasa. Tapi masalahnya ini Busway bung, eh bus Trans Jakarta yang sangat fenomenal itu. Dan pencarian tempat pembuangan isi perut pun dimulai.

Di dalam bus Trans Jakarta, kalo kita bertanya ke seluruh penumpang siapakah yang mempunyai Blackberry, pasti mayoritas akan dengan bangga mengangkat tangannya tinggi tinggi. Atau jika kita tanya siapakah yang sudah ber-social networking saat sedang naik bus ini, pasti jawabannya adalah “Gu3 9e3to0 Lo0ooccHHH … H4re33 9e3ne33 k4gAk P3sbuK4n …. Gak gaul !!!!” (capek & pusing nulisnya). Pertanyaan terakhir adalah siapa yang suka music, pasti mayoritas menjawab ya, dengan menunjukkan gadget mereka dengan playlist lagu favorit dengan headphone tercanggih yang bias membedakan bass, treble, dll

Kembali ke masalah permabukan dalam perjalanan tadi, saat kebutuhan akan kantong plastic begitu mendesak, mulailah teman/saudara/atau yang terdekat dengan korban mencari kantong plastic untuk menampung limbah perut sang korban. Bertanya ke satu, dua, tiga bahkan sampai orang ke tujuh, kantong plastic pun belum bias ditemukan. Padahal jika kita bertanya dengan pertanyaan “diatas” pasti mayoritas punya. Dan akhirnya, ada sesosok bayangan (eh bukan) ternyata manusia, yang Nampak berbeda dengan penumpang mayoritas di bus tersebut yang mempunyai kantong plastic “bekas” dia membeli minuman di minimarket. Ternyata Orang tersebut tidak membuang kantong palstiknya dan disimpan dalam tasnya sebagai persediaan untuk jaga2 jika ada hal yang mendesak seperti masalah permabukan ini.

Orang tersebut adalah laki laki yang berumur sekitar 40 sampai 50an, berpenampilan sederhana, dengan tas punggung yang sepertinya sudah lama menemaninya, warnaya sudah kusut dan resletingnya sudah rusak. Saat menerima sms, terlihatlah bahwa handphonenya pun sederhana yang bahkan hurufnya sudah tak terlihat jelas lagi. Meskipun berpenampilan minimalis eh mungkin lebih tepat dibilang sederhana, Bapak tersebut bisa memberikan manfaat kepada orang laian meskipun hanya dengan sebuah kantong plastik.

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

“Pemberhentian selanjutnya, PANCORAN TUGU, perhatikan barang bawaan anda, dan hati hati melangkah, terima kasih …… Next Stop. PANCORAN TUGU shelter, check your belonging and step carefully, Thank You” suara rekaman itu pun sudah terdengar, berarti sesaat lagi saya segera turun. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan sebuah pelajaran berharaga di dalam Bus Trans Jakarta ini. Semoga kita bisa mengambil ibrah dari segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.

@t kamar (3 x 2,5)m2, Jalan Pancoran Barat IV D no number ......

referensi : disini
Read More..

Re Run

Jumat, 03 Juni 2011

Kamis, 2 Juni 2011
Seorang anak kecil laki laki berpakaian kaos timnas warna merah bernomor punggung sembilan dengan nama Gonzales datang menghampiri. Dia membawa setumpuk koran dan kipas dari anyaman bambu. “Koran Om .... buat gelaran .... seribu rupiah ..... kipasnya dua ribu ...koran Om !!! ...” kurang lebih begitu kalimatnya saat menjajakan “dagangan”nya. Beberapa saat kemudian munculah teman-temannya sesama pedagang sambil mempromosikan dagangannya dengan suara khas.

Di sisi lain, banyak orang laki laki, perempuan, tua, muda, anak kecil sibuk membawa tas dan koper mereka. Ada yang mencari tempat duduk kosong di ruang tunggu. Ada yang ke toilet. Ada yang makan dan minum. Ada yaang duduk di lantai karena tidak kebagian tempat duduk. Ada yang sholat di masjid karena sudah masuk waktu sholat. Mereka membawa beraneka tas seperti tas punggung, tas jinjing, koper beroda, tas plastik, bahkan kardus. Sepertinya mereka akan pergi ke tempat yang jauh.

Di tempat ini, biasanya orang orang akan memulai atau mengakhiri suatu perjalanan jauh. Mereka naik alat transportasi yang terdiri atas gabungan gerbong yang ditarik oleh lokomotif melalui jalur besi sejajar dengan bantalan kayu atau beton. Secara sederhana, orang menyebutnya kereta api. Di tempat ini ada loket penjualan dan pemesanan tiket. Ada ruang tunggu. Ada rumah makan. Ada warung rokok. Ada minimarket. Ada ATM. Tempat inilah yang disebut sebagai stasiun.

Hari ini, Kamis 2 Juni 2011 saya kembali lagi berada di tempat ini, setelah terakhir kali mungkin setahun yang lalu. Stasiun Pasar Senen, inilah tempat yang biasanya digunakan untuk memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman tercinta di Jawa Tengah. Dan akhirnya, hari ini saya naik kereta api lagi. Meskipun tujuannya ke Solo, tapi saya lebih memilih untuk naik kereta Senja Utama Yogyakarta. Alasannya ? Sssstt Rahasia.

Bukankah saya seharusnya kerja di Surabaya, kok bisa naik kereta dari Jakarta. Insya Allah saya ceritakan di tulisan yang lain.

Perjalanan ini dimulai dari rumah kos saya di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Setelah berjalan kaki sebentar, sampailah saya di depan Masjid Al Munawar di jalan raya Pancoran-Pasar Minggu. Saya pun naik metromini 62 menuju patung pancoran kemudian ganti naik bus kota jurusan Pulo Gadung - Blok M. Setelah window shoping sebentar dan membeli roti unyil untuk oleh-oleh, saya naik bus kota jurusan Blok M – Senen. Tepat saat Adzan Maghrib, saya sampai di terminal Senen dan kemudian berjalan menuju stasiun Pasar Senen.

Seperti pada perjalanan sebelum-sebelumnya, saya jarang sekali pesan tiket untuk mudik. Biasanya saya langsung membeli di loket. Karena sering mudik pada hari biasa, saya selalu dapat tiket dengan tempat duduk. Pernah juga saya hanya mendapat tiket berdiri, tapi itu tidak menjadi masalah. Justru inilah sensasi dan pengalaman yang luar biasa. Dan Alhamdulillah hari ini saya mendapat tiket dengan tempat duduk untuk kereta api Senja Utama Yogyakarta. Coab kalo saya pulangnya hari rabu kemaren (1 Juni 2011) pasti tidak kebagian tempat duduk, karena long weekend akibat revisi cuti bersama “lagi”.

Apa yang anda lihat dan rasakan saat berada di dalam kereta api menuju susatu tempat ? Silahkan dijawab dalam hati masing masing. Tapi menurut saya, setelah sekian lama bepergian naik kereta api, yang saya lihat adalah suatu proses marketing/ pemasaran. Berbagai produk dan jasa dipromosikan selama sebelum, saat dan setelah perjalanan dengan kereta api. Jasa tiket non loket alias calo, jasa penitipan barang, produk makanan, minuman, buku, kacamata, dan elektronik semua bergantian ditawarkan kepada penumpang. Seiring berkembangnya teknologi terutama produk HP, sekarang ada barang dagangan yang menurut saya baru, yaitu charger portable untuk semua merek Handphone. Marketing memang hebat.

Seperti biasa juga, pedagang kopi dan Pop Mie dengan suaranya yang khas selalu giat menawarkan walaupun para penumpang mungkin sudah bosan mendengarnya. Makanan khas daerah seperti sale pisang, dodol garut, wingko babat, gethuk goreng dan lanting masih selalu tersedia di kereta api ini. “Penjaja” makanan dari pihak internal PT KAI sepertinya sudah mulai menjiplak metode pedagang asongan dalam menawarkan servis makan malam, minuman dan penjualan souvenir kereta api. Tidak banyak perubahan yang terjadi di dalam perjalanan kereta api ini.

Perjalanan malam hari dengan kereta api tidak lepas dari bagaimana posisi tidur. Tidur sambil duduk di kursi mungkin sudah biasa. Tidur di dua tempat duduk karena banyak kursi yang kosong atau orang di sebelah pengen tidur di bawah. Tidur di bawah karena kita yang meminta ke orang sebelah agar dia bisa menggunakan dua kursi. Atau yang terakhir tidur di tengah jalan yang biasa dilewati para pedagang. Seluruhnya sudah pernah saya lakukan, dan bahkan semalaman tidak tidur sama sekali karena ngobrol dengan teman SMA yang jadi POLSUSKA.

Dan kereta api pun sampai di stasiun Tugu Yogyakarta tepat pukul 4:30 pagi (berdasarkan jam di HP saya). Antrean di toilet dilanjutkan dengan antrean di tempat wudhu yang kemudian Sholat Subuh berjamaah di masjid Stasiun Tugu. Beberapa penumpang sudah dijemput, ada juga yang naik taksi, becak, dan ojek menuju tujuan mereka masing masing. Toko-toko di stasiun masih banyak yang tutup. Pedagang koran pun masih menta koran yang baru datang. Saya langsung menuju loket pembelian tiket kereta Prambanan Express (Prameks) tujuan Solo yang berangkat pukul 5:35 pagi.


Read More..

waktu berlalu begitu cepat

Selasa, 17 Mei 2011

Hari ini Senin, 16 Mei 2011. Bagi para PNS, hari ini bisa dibilang adalah hari yang berbahagia karena tidak masuk kerja atau Cuti Bersama (sebagaimana tertuang dalam SKB 3 Menteri yg direvisi mendadak Jumat yg lalu). Bagi PNS yang kerja di home base atau dekat dengan home base, libur Cuti Bersama ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bersama keluarga dekat. Sedangkan bagi PNS yang jauh dari home base, mereka harus mengatur jadwal baru karena hari ini “direncanakan” masih masuk kerja.

Fenomena kedua di hari Senin, 16 Mei 2011 ini adalah pengumuman kelulusan adik2 SMA. Seperti biasa, pengumuman kelulusan pasti disertai dengan konvoi sepeda motor dan corat coret baju seragam mereka. Saya dulu sepertinya tidak ikut2an acara seperti itu. Hehe

Akhir Tahun 2002
Tiga sahabat berangkat bersama menuju Jakarta (sebenarnya Tangerang) untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi kedinasan Departemen Keuangan. Kami naik bis RAYA dari terminal Tirtonadi Solo menuju Terminal Lebak Bulus Jakarta Selatan. Saat itu kami diantar oleh orang tua di Terminal Solo, melepas sang anak tercinta merantau (kuli ah)ke Jakarta.

Kami bertiga tidak kenal dekat semasa SMA karena beda kelas. Kuliah di STAN dan satu kosanlah yang membuat kami menjadi dekat. Rumah kami bertiga tidak lebih dari 1 km, dan jarak rumah kami ke SMA pun hampir sama. TK,SD, SMP kami berbeda, dan baru di SMA kami satu sekolah dan kemuadian satu kampus di Jurangmangu walau berbeda jurusan.

Akhir Tahun 2004
Saat memasuki tingkat 3 kuliah di STAN, akhirnya kami berpisah kosan. Saya harus magang di KP PBB Klaten, Agung pindah ke kos “Saung Bandung” dan Sholeh pindah ke kos (saya tidak tahu namanya). Karena satau daerah, kami tetap sering berkumpul, terutama acara buka bersama, halal bihalal, rapat organda, maupun Try out USM STAN.

Akhir Tahun 2005
Sebenarnya bukan akhir tahun, tapi bulan September 2005 (CMIIW). Kami bertiga dinyatakan lulus dari Diploma 3 STAN dan diwisuda di Plenarry Hall Jakarta Convention Center. Kami bertiga bersama masing2 orang tua merayakan kelulusan di tempat tersebut.

Pertengahan 2006
Setelah wisuda, kami mempunyai kesibukan masing2 untuk menunggu penempatan kerja. Saya magang di KP PBB Klaten, Agung magang di KPP Sukoharjo, dan Sholeh diklat perpajakan untuk bekal penempatan nanti. Dan akhirnya pertengahan tahun 2006 kami bertiga ditempatkan di tempat kerja yang berbeda. Saya penempatan di Tangerang, Agung di Bandung, dan Sholeh di Denpasar. Mulai saat itu kami jarang bertemu dan biasanya hanya bertemu saat Idul Fitri saja.

Saling Berkunjung
Meskipun terpisah jarak, Alhamdulillah kami bisa saling berkunjung ke tempat penempatan masing2. Kunjungan ini sebenarnya tidak direncanakan, tapi hanya karena bertepatan ada acara di kota Tersebut. Agung pernah menginap di kosan saya (Tangerang) karena bertepatan ada keperluan pribadi di Jakarta. Sholeh juga pernah singgah di kosan saya bertepatan saat diklat di Jakarta. Saat saya ada tour ke Bandung bersama teman2 dari Jakarta, saya sengaja menunda pulang ke Jakarta untuk menginap sehari di kosan Agung. Yang paling saya nantikan adalah kunjungan saya ke Denpasar, karena saya anggap sekalian “piknik” ke Bali. Alhamdulilllah, tgl 7-8 Mei 2011 yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Denpasar bertepatan dengan acara family gathering Kantor Surabaya.

Hari ini Senin, 16 Mei 2011
Sekali lagi saya ulangi, hari ini adalah libur Cuti Bersama. Momen libur “long weekend” seperti ini biasanya dua sahabat saya pulang kampung ke Sukoharjo.
Jam 1 siang tadi, saya berkunjung ke rumah Agung. Tenyata hari ini adalah hari ulang tahun Agung Junior (namanya Insan, panggilannya Ican). Hari ini Ican tepat berumus satu tahun. Dan tadi siang sepertinya akan diadakan syukuran di rumah Agung. Saya, Agung dan Istrinya serta adik2nya malah makan di luar sambil ngobrol pekerjaan dan memori masa lalu. Ah... waktu berlalu begitu cepat

Pertemuan dengan Agung serta Keluarganya hanya sampai Sholat Ashar, dan saya lanjutkan pejalanan ke Solo sebagaimana dalam tulisan sebelum ini.
Pulang dari Gramedia Solo, saya mampir Sholat Maghrib di Masjid Solo Baru. Saat berwudhu, saya dipanggil oleh seseorang yang ternyata adalah Sholeh. Kami pun sholat Maghrib bergabung dengan jamaah di masjid tersebut. Selesai sholat, Sholeh sudah menunggu di depan masjid. Ternyata Sholeh dan keluarga akan mengantarkan calon istrinya ke Sragen. Ah ... waktu berlalu begitu cepat

Hari ini saya bertemu dua sahabat lama dalam momen yang berbeda. Keadaan kami sudah sangat berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Ah ... waktu berlalu begitu cepat.

Read More..

New Dream

Senin, 16 Mei 2011

Bismillahirrohmanirrahim
Ba’da Ashar tadi sore saya berkunjung ke TB Gramedia Jl Slamet Riyadi Solo. Tujuan utama saya adalah ke tumpukan buku “New Release” untuk mencari buku baru yang menarik. Ada satu buku yg menarik perhatian saya (tapi lupa judul & pengarangnya) yaitu buku tentang teknik menulis. Di tumpukan paling atas, sudah ada buku yg terbuka plastiknya. Langsung saja saya membacanya. Saya baca dulu isinya sekilas, kalo menarik Insya Allah dibeli, tapi biasanya tidak jadi dibeli karena sudah selesai dibaca disitu.

Saya langsung menuju bagian tips & trik menulis. Dari beberapa buku yang pernah saya baca (yang saya baca, belum tentu saya beli), yang paling utama dilakukan untuk menjadi penulis adalah action menulis dengan segera. Segera menulis apapun yang bisa ditulis dimanapun (tapi jangan di dinding rumah atau kantor ya). Intinya yg penting action, jangan pedulikan susunan kalimat, struktur SPOK, pilihan kata dll. Pokoknya segera menulis. Tapi buat saya itu susah.

Kita tinggalkan masalah action diatas. Saya ingin mempraktekkan salah satu bagian dalam buku yang saya baca (gratis)tadi sore. Bagian tersebut adalah tentang menjaring ide. Salah satu alasan orang tidak bisa/malas menulis adalah tidak adanya ide/gagasan. Padahal segala sesuatu yg terjadi di sekitar kita sepanjang hari bisa jadi ide tulisan yang bagus (ini bukan kata saya, tapi kata para penulis yg telah mahir menulis).

Si penulis buku memberikan tips bahwa kejadian yang menjadi pemicu ide/ gagasan sebuah tulisan sebaiknya langsung didokumentasikan dalam suatu media dengan segera, meskipun itu hanya satu kalimat bahkan satu kata. Sehingga saat kita nanti dalam posisi siap untuk menulis, kita tinggal mencabut ide dari hasil dokumentasi tersebut (sekali lagi ini bukan kata saya lho).

Saya akan mencoba mempraktekan tips tersebut. Sebenarnya saya punya banyak ide yang ingin saya tuliskan. Tapi karena kesibukan saya di instansi pemerintah (sok sibuk padahal banyak pekerjaan yang belum selesai) dan kegiatan lain (mayoritas di kasur) maka saya belum berhasil menuliskannya. Ide tersebut berasal dari buku yang saya baca, pengalaman masa lalu, kejadian orang2 di sekitar, maupun lingkungan saya (Solo, Jakarta, dan Surabaya).

Berikut ini adalah beberapa ide tulisan yang Insya Allah (belum tahu kapan, semoga bisa cepat) saya realisasikan menjadi tulisan di blog ini :

1. Countdown timer
2. Perempuan naik sepeda motor
3. Sejarah
4. Menulis
5. Toko buku surabaya
6. Jalan di Surabaya
7. PJKA
8. Bermain dengan sudut pandang
9. About me
10. I read before write
11. Sepakbolaku
12. Budaya daerah
13. Alarm subuh
14. Tak bisa lupa, kecuali amnesia
15. GSM, CDMA, 3G, HSDPA, Blackberry, Android, Iphone dll
16. Sepeda motor, Dll

Itulah beberapa ide/gagasan yang berkeliaran di kepala saya (ternyata banyak juga ya). Bisa anada bayangkan, jika saya realisasikan tulisan tersebut, trus saya susun menjadi sebuah buku, trus saya tawarkan ke penerbit, trus dicetak pertama kalinya, trus laku keras, dan kemudian dicetak berkali-kali hingga menjadi best seller, trus saya dapat uang banyak, trus saya jadi terkenal, trus ..... *STOP “Selamat siang pak, bisa perlihatkan SIM dan STNK kendaraannya !”

That’s My Dream Now


Read More..

Hati, Mata, Telinga

Sabtu, 26 Maret 2011

Assalamu alaikum Wr Wb
Alhamdulillahirobil'alamin

Tulisan ini saya buka dengan QS Al-A'raf ayat 179 yang artinya :
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."




Read More..

Tentang Bidadari

Rabu, 23 Maret 2011

Assalamualaikum Wr Wb

Senin, 21 Maret 2011 jam 8 malam di kamar kos Kertajaya
Saya memilih salah satu stasiun radio yang memutar lagu2 terbaru. Kebetulan saat itu ada lagu baru Padi yang berjudul Tempat Terakhir. Lirik nya cukup dalam karena ada kalimat surga dan bidadarinya. Besoknya saya searching lirik lengkapnya, yang bisa dilihat di sini.

saya mengutip beberapa baris dari lirik lagu tersebut

"Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana,
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian"


Di dalam Al Qur'an terdapat beberapa Surat yang menggambarkan tentang sang bidadari yang hampir semuanya menjadi pendamping para penghuni surga. Berikut ini adalah Surat dalam Al Qur'an yang menjelsakan tentang bidadari tersebut :

Surah: Shaad
49. …… Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,
50. (yaitu) syurga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
51. di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.
52. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.
53. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.
54. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya.

Surah: Ash-Shaaffat

40. tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
41. Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu,
42. yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,
43. di dalam syurga-syurga yang penuh ni'mat.
44. di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.
45. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.
46. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
47. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
49. seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

Surah: Ad-Dukhaan
51. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,
52. (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;
53. mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,
54. demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.
55. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) [1381],

[1381] Maksudnya, khawatir kehabisan atau khawatir sakit.
56. mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,
57. sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.

Surah: Ath-Thuur
17. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan keni'matan,
18. mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.
19. (Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan",
20. mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
21. Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka [l427], dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

[1427] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga.
22. Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
23. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.
24. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

Surah: Ar-Rahmaan
56. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
70. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

Surah: Al-Waaqi'ah

22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,
23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung [1452]

[1452] Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis.
36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.



Sungguh beruntung manusia yang memperoleh tempat pemberhentian terakhir berupa surga dan ditemani oleh para bidadari. Tapi bagaimana kalo kita ingin yang menjadi bidadari itu adalah istri kita sendiri sebagaimana dalam lirik lagu Padi tersebut. Al Qur'an juga menjelaskan tentang anggota keluarga yg bisa masuk surga bersama sama yaitu :
Surah: Ar-Ra'd
23. (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

Wallahualam

Read More..