Kisah Pensil

Selasa, 20 Maret 2012

Kisah pensil baru ....

Pensil baru, belum bisa digunakan untuk menggoreskan tanda di kertas
Agar bisa dipakai, pensil baru harus diraut

Rautan akan memisahkan sebagian dari pensil sehingga muncul bagian yg digunakan sebagai penanda

Klo bisa merasa dan bicara, pasti pensil baru akan berteriak kesakitan

Rasa sakit karena bertemunya bagian pensil dgn pisau tajam, yang menimbulkan luka

Luka yg merubah bentuk awal dan memisahkannya dari tubuh induk

Tapi luka dan perubahan bentuk tsb, justru membuat pensil bisa berfungsi, bisa memberikan manfaatnya

Setelah bertemu pisau tajam, pensil masih harus melepaskan bagiannya kepada media lain, seperti kertas ...

Setelah bertemu pisau tajam, pensil masih harus melepaskan bagiannya kepada media lain, seperti kertas ...

Perpisahan tersebut menghasilkan karya pd kertas, berupa coretan yg membntuk sketsa atau susunan huruf

Bagian tubuh pensil sudah banyak yg terpisah, maka saatnya bertemu pisau tajam lagi,

Untuk bisa memberikan manfaat terbaik darinya, dia akan bertemu pisau lagi, dan lagi, dan lagi, sampai benar benar habis

Dan akhirnya sang pensil pun telah sirna, sudah hilang,

Ada sisa pertemuannya dngan rautan pisau tajam, menggambarkan kesakitan dan keperihan usaha, demi memberi manfaatnya

Sisa tersebut biasa dikatakan sebagai sampah, kotoran, yang tak berguna, merusak pemandangan

Tapi dari sudut pandang lain, bisa dilihat nilai perjuangan pensil dalam rangka mnyumbangkan fungsinya

Sang pensil telah hilang, meninggalkan sisa pertemuannya dengan besi tajam, dan ...

Manfaatnya dapat terlihat dari media kertas, dimana bagian tubuhnya berserakan disana

Bagian tubuhnya menyebar, berkumpul, berjajar, berjarak tertentu, berbentuk pola

Membentuk manfaat suatu karya, susunan huruf, sketsa dua atau tiga dimensi,

Melewati lintasan sekali, membentuk manfaat biasa, melewati dua kali atau lebih, agar manfaat lebih tebal dan jelas ...

Kesimpulannya : sang pensil baru, untuk bisa bermanfaat, harus menahan sakitnya perjumpaan dgn besi tajam

Manfaatnya adalah perpisahan dengan tubuh utama, yang ditinggalkan pada media

Membentuk susunan pola, bentuk sketsa, rangkaian huruf sebagai anak kata, cucu kalimat, buyut tulisan, dan cicit karya sastra


from my tweets 14 March 2012

0 comments