Ini postingan pertama di Tahun 2010 karena kesibukan merenung untuk mengerjakan skripsi. Kebiasaan sebagai dateliner memang susah untuk dihilangkan dari diriku ini. Jadwal pengumpulan skripsi masih 2 bulan lagi membuat rasa malas ini menjadi semakin menggila (lebay mode on). Tiap dua minggu harus melaporkan perkembangan skripsi, tapi yang dilaporkan hanya urutan bab saja tanpa ada kenyatan yang dicapai. Alasan "ilmu belum keluar kalau belum kepepet" masih menjadi semboyan, padahal aku sudah terjebak beberapa kali dengan alasan tersebut dan akhirnya hasil yang diperoleh pun tidak maksimal. Astaghfirullohaladzim.
Sebenarnya di otakku terpikir untuk melakukan kegiatan sebagai pengisis waktu di sela sela penyususnan skripsi. Belajar menulis huruf arab untuk mendukung hafalan surat, bisnis buku USM, ikut pelatihan, jalan2, dll. Seperti pikiran2 yang terdahulu, hal tersebut hanya menjadi khayalan belaka, yang ada aku hanya melekat pada kasur empuk secara berlebihan. Apalagi didukung dengan suasana dingin karena musim hujan sedang memasuki puncaknya.
Minggu ketiga bulan Januari 2010 ini aku sebenarnya berencana ikut seminar "strategi Membeli Property Tanpa Uang Tanpa KPR Tanpa Menunggu Harga Turun" berdasarkan buku yang ditulis oleh Cipto Junaedy. Aku membaca iklan seminar ini di Kompas dan yang menjadi lebih menarik adalah seminar ini gratis. Acara dilakukan di Hotel Swiss Bell daerah Mangga Besar dan pendaftaran melalui sms. Dan lagi lagi, hal tersebut hanyalah sebuah bayangan semu saja. aku cuma tidur tiduran di kos tanpa bekegiatan apapun bahkan untuk menulis skripsiku. Parah!!!!!
Sampai kemudian pada hari Jum'at 22 Januari 2010, disaat membaca status FB temen yang ingin nonton Expo Wirausaha Mandiri di JCC ( expo dilaksanakan tanggal 22-23 Januari 2010), maka khayalanku mulai lagi. Kucari informasi apa sih isi expo tersebut melaui Google dan tentu saja Kaskus. Expo ini ternyata berisi kompetisi wirausaha muda yang mendapat bantuan modal dari Bank Mandiri dan sebagai ajang presentasi konsep bisnis dari para pengusaha muda tersebut kepada para pengunjung expo. Kekuatan pikiranku mengharuskan aku untuk melihat expo ini secara langsung hari Jumat atau Sabtu ini. Aku bertekad bahwa hal ini harus menjadi kenyataan, bukan hanya sekedar angan2 belaka.
Hari Sabtu 23 Januari 2010, acara expo Wirausaha Muda Mandiri ini ditampilkan dalam acara Dahsyat RCTI dan kelihatannya sudah ramai saat siaran langsung jam 10 pagi tersebut. Keyakinanku semakin kuat bahwa aku harus datang ke acara tersebut dan akhirnya aku berangkat jam setengah dua siang ke JCC.
Acara expo wirausaha muda Mandiri ini tidak dipungut biaya alias gratis. Begitu masuk ke Assembly Hall JCC (CMIIW) langsung dipajang profil para wirausaha muda dengan berbagai bidang usaha mereka. Yang membuatku kaget adalah usia mereka seumuran denganku kelahiran 1984 dan bahkan ada yang lebih muda. Dalam profil itu ditampilkan jenis usaha, omzet usaha, keuntungan bersih, prestasi mereka dll. Para wirausaha muda tersebut langsung duduk didekat papan profil mereka masing masing dan melakukan interaksi langsung dengan para pengunjungsambil membagikan brosur dan contact person mereka.
Apa sih yang membuat mereka bisa sukses menjalankan usaha dan memiliki omzet yang besar? Dari hasil pengamatan sekilas, aku melihat bahwa jenis usaha mereka itu merupakan usaha yang cukup unik dan kreatif. Ada usaha pembuatan gitar dan aksesorisnya, makanan dan minuman unik (yogurt, kebab, tahu organik, minuman sehat, bandrek dll), lembaga bimbingan belajar, aksesoris, clothing, jasa marketing, konsep warnet dan sebagainya yang sepertinya usaha tersebut menunjukkan bahwa itulah hobi mereka. Ada sebuah quote bahwa meraih kesuksesan dan bisnis yang berhubungan dengan hobi anda.
Profil wirausaha tersebut berjejer di luar Assembly Hall JCC. Sedangkan di dalam Assembly Hall terdapat panggung untuk acara workshop dan panggung acara musik Dahsyat RCTI (sekaligus untuk acara World Cup 2010 Thropy Tour). Selain itu terdapat pula berbagai stan franchise makanan dan stan budaya. Untuk franchise makanan ada Bakso Cak Eko, Kek Pisang Villa asli Batam, Dawet Banjarnegara, Pisang Ijo, dan yang menjadi juara di wirausaha muda mandiri ini adalah Kebab Turki Babarafi. Untuk stan budaya ada kerajinan tangan Kalimantan, Batik, Kain, Aksesoris, kerajinan kaca dll. Semua itu merupakan usaha yang mendapat bantuan modal dari Bank Mandiri. Kisah wirausaha muda ini bisa dibaca dalam buku Wirausaha Mandiri yang ditulis oleh Renald Kasali.
Pelajaran yang bisa diambil dari expo ini khususnya bagi diriku sendiri adalah bahwa aku harus pergi keluar dari kamar 3x3 kos-kosanku untuk melihat dunia luar yang berisi banyak kisah kerja keras yang berujung kesuksesan. Dari profil wirausaha terlihat bagaimana konsep usaha yang merupakan implementasi ide ide cemerlang dari dalam otak mereka. Hal ini yang belum bisa aku lakukan, dan selama ini hanya menjadi dunia khayalan belaka. Aku takut, aku malu dan aku malas.
Bagaimana jika aku pasang target : NAMAKU MASUK DALAM SALAH SATU WIRAUSAHA MUDA MANDIRI TAHUN 2011 dan IKUT EXPO TAHUN DEPAN !!!!
Amin …
Sebenarnya di otakku terpikir untuk melakukan kegiatan sebagai pengisis waktu di sela sela penyususnan skripsi. Belajar menulis huruf arab untuk mendukung hafalan surat, bisnis buku USM, ikut pelatihan, jalan2, dll. Seperti pikiran2 yang terdahulu, hal tersebut hanya menjadi khayalan belaka, yang ada aku hanya melekat pada kasur empuk secara berlebihan. Apalagi didukung dengan suasana dingin karena musim hujan sedang memasuki puncaknya.
Minggu ketiga bulan Januari 2010 ini aku sebenarnya berencana ikut seminar "strategi Membeli Property Tanpa Uang Tanpa KPR Tanpa Menunggu Harga Turun" berdasarkan buku yang ditulis oleh Cipto Junaedy. Aku membaca iklan seminar ini di Kompas dan yang menjadi lebih menarik adalah seminar ini gratis. Acara dilakukan di Hotel Swiss Bell daerah Mangga Besar dan pendaftaran melalui sms. Dan lagi lagi, hal tersebut hanyalah sebuah bayangan semu saja. aku cuma tidur tiduran di kos tanpa bekegiatan apapun bahkan untuk menulis skripsiku. Parah!!!!!
Sampai kemudian pada hari Jum'at 22 Januari 2010, disaat membaca status FB temen yang ingin nonton Expo Wirausaha Mandiri di JCC ( expo dilaksanakan tanggal 22-23 Januari 2010), maka khayalanku mulai lagi. Kucari informasi apa sih isi expo tersebut melaui Google dan tentu saja Kaskus. Expo ini ternyata berisi kompetisi wirausaha muda yang mendapat bantuan modal dari Bank Mandiri dan sebagai ajang presentasi konsep bisnis dari para pengusaha muda tersebut kepada para pengunjung expo. Kekuatan pikiranku mengharuskan aku untuk melihat expo ini secara langsung hari Jumat atau Sabtu ini. Aku bertekad bahwa hal ini harus menjadi kenyataan, bukan hanya sekedar angan2 belaka.
Hari Sabtu 23 Januari 2010, acara expo Wirausaha Muda Mandiri ini ditampilkan dalam acara Dahsyat RCTI dan kelihatannya sudah ramai saat siaran langsung jam 10 pagi tersebut. Keyakinanku semakin kuat bahwa aku harus datang ke acara tersebut dan akhirnya aku berangkat jam setengah dua siang ke JCC.
Acara expo wirausaha muda Mandiri ini tidak dipungut biaya alias gratis. Begitu masuk ke Assembly Hall JCC (CMIIW) langsung dipajang profil para wirausaha muda dengan berbagai bidang usaha mereka. Yang membuatku kaget adalah usia mereka seumuran denganku kelahiran 1984 dan bahkan ada yang lebih muda. Dalam profil itu ditampilkan jenis usaha, omzet usaha, keuntungan bersih, prestasi mereka dll. Para wirausaha muda tersebut langsung duduk didekat papan profil mereka masing masing dan melakukan interaksi langsung dengan para pengunjungsambil membagikan brosur dan contact person mereka.
Apa sih yang membuat mereka bisa sukses menjalankan usaha dan memiliki omzet yang besar? Dari hasil pengamatan sekilas, aku melihat bahwa jenis usaha mereka itu merupakan usaha yang cukup unik dan kreatif. Ada usaha pembuatan gitar dan aksesorisnya, makanan dan minuman unik (yogurt, kebab, tahu organik, minuman sehat, bandrek dll), lembaga bimbingan belajar, aksesoris, clothing, jasa marketing, konsep warnet dan sebagainya yang sepertinya usaha tersebut menunjukkan bahwa itulah hobi mereka. Ada sebuah quote bahwa meraih kesuksesan dan bisnis yang berhubungan dengan hobi anda.
Profil wirausaha tersebut berjejer di luar Assembly Hall JCC. Sedangkan di dalam Assembly Hall terdapat panggung untuk acara workshop dan panggung acara musik Dahsyat RCTI (sekaligus untuk acara World Cup 2010 Thropy Tour). Selain itu terdapat pula berbagai stan franchise makanan dan stan budaya. Untuk franchise makanan ada Bakso Cak Eko, Kek Pisang Villa asli Batam, Dawet Banjarnegara, Pisang Ijo, dan yang menjadi juara di wirausaha muda mandiri ini adalah Kebab Turki Babarafi. Untuk stan budaya ada kerajinan tangan Kalimantan, Batik, Kain, Aksesoris, kerajinan kaca dll. Semua itu merupakan usaha yang mendapat bantuan modal dari Bank Mandiri. Kisah wirausaha muda ini bisa dibaca dalam buku Wirausaha Mandiri yang ditulis oleh Renald Kasali.
Pelajaran yang bisa diambil dari expo ini khususnya bagi diriku sendiri adalah bahwa aku harus pergi keluar dari kamar 3x3 kos-kosanku untuk melihat dunia luar yang berisi banyak kisah kerja keras yang berujung kesuksesan. Dari profil wirausaha terlihat bagaimana konsep usaha yang merupakan implementasi ide ide cemerlang dari dalam otak mereka. Hal ini yang belum bisa aku lakukan, dan selama ini hanya menjadi dunia khayalan belaka. Aku takut, aku malu dan aku malas.
Bagaimana jika aku pasang target : NAMAKU MASUK DALAM SALAH SATU WIRAUSAHA MUDA MANDIRI TAHUN 2011 dan IKUT EXPO TAHUN DEPAN !!!!
Amin …



2 komentar
top deh klu masih muda sudh sukses
25 Januari 2010 pukul 13.36Peluang Usaha Ahasu Gnaulepastaga.com lifestyle on the net
untuk WMM yang kemarin ada acara di JCC itu penghargaan untuk 2009. Jadi kalau mas mau lebih cepat ya 2010 aja, nanti sekitar April sudah mulai (rencana).
26 Januari 2010 pukul 21.23Ohya syarat dasar WMM ini usaha harus sudah berusia 1 tahun :)
Nanti sering aja ngecek wbnya di wirausahamuda-mandiri.com (under contruction, karena akan di sinkronkan untuk wilayah seindonesia)
Posting Komentar