Generalisasi .....

Senin, 12 April 2010

Assalamu alaikum Wr Wb

"Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga"
itulah peribahasa yang sudah kita kenal yang menunjukkan bahwa satu kesalahan kecil menimbulkan dampak yang besar bagi orang lain. Sudah jadi hal umum di Indonesia, bahwa jika ada suatu kasus yang dilakukan seseorang, akan diturut sampai ke lingkungannya, keluarganya, dan sekolahnya. Kemudian mereka menarik kesimpulan bahwa lingkungan, keluarga dan sekolahnya memang "rusak" seperti perilaku orang tersebut.

Saat ada kasus bom bali dan bom di tempat lain di Indonesia, polisi berhasil menangkap dan mengeksekusi pelakunya. Beberapa pelaku merupakan lulusan pesantren yang cukup terkenal. Masyarakat mulai meng-generalisir bahwa pesantren merupakan tempat mendidik teroris, tempat latihan membuat bom, dll. Akhirnya masyarakat memandang bahwa pesantren sudah menyimpang dari tujuan aslinya.

Pelaku bom ada yang memiliki hubungan keluarga. Masyarakat pun menilai bahwa keluarga tersebut adalah keluarga teroris. Sampai yang paling parah adalah penolakan untuk memakamkan jenazah pelaku teroris di kampung mereka.

Jadi generalisasi yang terjadi adalah bahwa pelaku teroris lulusan pesantren sehingga pesantrennya harus ditutup.

Kasus gayus juga menimbulkan generalisasi terhadap tempat saya menuntut ilmu sekarang, yaitu kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Gayus yang dua kali kuliah di STAN (D3 Perpajakan dan D4 Akuntansi)telah menggiring opini masyarakat bahwa kampus STAN mendidik calon koruptor. Dosennya mengajari cara korupsi, dsb.

Beban moral juga dipikul oleh keluarga mahasiswa STAN dan alumni STAN. Anaknya pak XX kuliah untuk jadi calon koruptor. Anaknya Ibu YY sudah kerja di pajak selama sekian tahun dan sudah kenyang korupsinya. Termasuk teman sekelas SMA adik saya juga sering meledek dengan sebutan "adik koruptor" walaupun cuma gurauan biasa.

Saya cuma ingin mengatakan :
SAYA MAHASISWA STAN, DAN SAYA BUKAN (CALON) KORUPTOR!
SAYA PETUGAS PAJAK, DAN SAYA BUKAN KORUPTOR!
SAYA PEGAWAI KEMENKEU, DAN SAYA BUKAN KORUPTOR!



Read More..

Ucapan Selamat Untuk Sahabat

Assalamu alaikum Wr Wb

"baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khairi"

Sahabatku.
Akhirnya pada tgl 10 April kemarin, kamu mulai berlayar mangarungi samudera rumah tangga bersama pendamping hidup yang telah ditetapkan Allah SWT untukmu. Aku yang mengikuti perjalananmu bertemu jodoh dari awal sampai hari pernikahan, menucapkan selamat kepadamu dan istrimu, semoga kalian berdua menjadi satu keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Amin



Sahabatku.
Banyak pelajaran yang kupetik dari kisah pertemuanmu dengan jodohmu. Betapa Allah Maha Besar yang telah menetapakan wanita sholihah itu menjadi jodohmu. Pertemuan jodoh bagaikan cerita novel yang telah dibuat filmnya kemarin. Suatu kisah yang menunjukkan bahwa Allah SWT yang menetapkan jodoh, maut, rezeki untuk semua makhluk di muka bumi ini.

Sahabatku.
Kamu selalu bercerita kepadaku setelah tahapan tahapan menuju pernikahan ini. Aku ingin menjadikan kisahmu sebagai cerita novel yang diangkat dari kisah nyata. Aku ingin semua orang tahu bahwa inilah kisah menuju pernikahan yang islami. Proses yang berbeda dan tidak umum. Tidak ada yang namanya "PACARAN" dalam kisahmu.

Sahabatku.
Sekali lagi aku mengucapkan selamat. Semoga aku bisa segera menyusulmu.


Read More..