waktu berlalu begitu cepat

Selasa, 17 Mei 2011

Hari ini Senin, 16 Mei 2011. Bagi para PNS, hari ini bisa dibilang adalah hari yang berbahagia karena tidak masuk kerja atau Cuti Bersama (sebagaimana tertuang dalam SKB 3 Menteri yg direvisi mendadak Jumat yg lalu). Bagi PNS yang kerja di home base atau dekat dengan home base, libur Cuti Bersama ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bersama keluarga dekat. Sedangkan bagi PNS yang jauh dari home base, mereka harus mengatur jadwal baru karena hari ini “direncanakan” masih masuk kerja.

Fenomena kedua di hari Senin, 16 Mei 2011 ini adalah pengumuman kelulusan adik2 SMA. Seperti biasa, pengumuman kelulusan pasti disertai dengan konvoi sepeda motor dan corat coret baju seragam mereka. Saya dulu sepertinya tidak ikut2an acara seperti itu. Hehe

Akhir Tahun 2002
Tiga sahabat berangkat bersama menuju Jakarta (sebenarnya Tangerang) untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi kedinasan Departemen Keuangan. Kami naik bis RAYA dari terminal Tirtonadi Solo menuju Terminal Lebak Bulus Jakarta Selatan. Saat itu kami diantar oleh orang tua di Terminal Solo, melepas sang anak tercinta merantau (kuli ah)ke Jakarta.

Kami bertiga tidak kenal dekat semasa SMA karena beda kelas. Kuliah di STAN dan satu kosanlah yang membuat kami menjadi dekat. Rumah kami bertiga tidak lebih dari 1 km, dan jarak rumah kami ke SMA pun hampir sama. TK,SD, SMP kami berbeda, dan baru di SMA kami satu sekolah dan kemuadian satu kampus di Jurangmangu walau berbeda jurusan.

Akhir Tahun 2004
Saat memasuki tingkat 3 kuliah di STAN, akhirnya kami berpisah kosan. Saya harus magang di KP PBB Klaten, Agung pindah ke kos “Saung Bandung” dan Sholeh pindah ke kos (saya tidak tahu namanya). Karena satau daerah, kami tetap sering berkumpul, terutama acara buka bersama, halal bihalal, rapat organda, maupun Try out USM STAN.

Akhir Tahun 2005
Sebenarnya bukan akhir tahun, tapi bulan September 2005 (CMIIW). Kami bertiga dinyatakan lulus dari Diploma 3 STAN dan diwisuda di Plenarry Hall Jakarta Convention Center. Kami bertiga bersama masing2 orang tua merayakan kelulusan di tempat tersebut.

Pertengahan 2006
Setelah wisuda, kami mempunyai kesibukan masing2 untuk menunggu penempatan kerja. Saya magang di KP PBB Klaten, Agung magang di KPP Sukoharjo, dan Sholeh diklat perpajakan untuk bekal penempatan nanti. Dan akhirnya pertengahan tahun 2006 kami bertiga ditempatkan di tempat kerja yang berbeda. Saya penempatan di Tangerang, Agung di Bandung, dan Sholeh di Denpasar. Mulai saat itu kami jarang bertemu dan biasanya hanya bertemu saat Idul Fitri saja.

Saling Berkunjung
Meskipun terpisah jarak, Alhamdulillah kami bisa saling berkunjung ke tempat penempatan masing2. Kunjungan ini sebenarnya tidak direncanakan, tapi hanya karena bertepatan ada acara di kota Tersebut. Agung pernah menginap di kosan saya (Tangerang) karena bertepatan ada keperluan pribadi di Jakarta. Sholeh juga pernah singgah di kosan saya bertepatan saat diklat di Jakarta. Saat saya ada tour ke Bandung bersama teman2 dari Jakarta, saya sengaja menunda pulang ke Jakarta untuk menginap sehari di kosan Agung. Yang paling saya nantikan adalah kunjungan saya ke Denpasar, karena saya anggap sekalian “piknik” ke Bali. Alhamdulilllah, tgl 7-8 Mei 2011 yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Denpasar bertepatan dengan acara family gathering Kantor Surabaya.

Hari ini Senin, 16 Mei 2011
Sekali lagi saya ulangi, hari ini adalah libur Cuti Bersama. Momen libur “long weekend” seperti ini biasanya dua sahabat saya pulang kampung ke Sukoharjo.
Jam 1 siang tadi, saya berkunjung ke rumah Agung. Tenyata hari ini adalah hari ulang tahun Agung Junior (namanya Insan, panggilannya Ican). Hari ini Ican tepat berumus satu tahun. Dan tadi siang sepertinya akan diadakan syukuran di rumah Agung. Saya, Agung dan Istrinya serta adik2nya malah makan di luar sambil ngobrol pekerjaan dan memori masa lalu. Ah... waktu berlalu begitu cepat

Pertemuan dengan Agung serta Keluarganya hanya sampai Sholat Ashar, dan saya lanjutkan pejalanan ke Solo sebagaimana dalam tulisan sebelum ini.
Pulang dari Gramedia Solo, saya mampir Sholat Maghrib di Masjid Solo Baru. Saat berwudhu, saya dipanggil oleh seseorang yang ternyata adalah Sholeh. Kami pun sholat Maghrib bergabung dengan jamaah di masjid tersebut. Selesai sholat, Sholeh sudah menunggu di depan masjid. Ternyata Sholeh dan keluarga akan mengantarkan calon istrinya ke Sragen. Ah ... waktu berlalu begitu cepat

Hari ini saya bertemu dua sahabat lama dalam momen yang berbeda. Keadaan kami sudah sangat berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Ah ... waktu berlalu begitu cepat.

Read More..

New Dream

Senin, 16 Mei 2011

Bismillahirrohmanirrahim
Ba’da Ashar tadi sore saya berkunjung ke TB Gramedia Jl Slamet Riyadi Solo. Tujuan utama saya adalah ke tumpukan buku “New Release” untuk mencari buku baru yang menarik. Ada satu buku yg menarik perhatian saya (tapi lupa judul & pengarangnya) yaitu buku tentang teknik menulis. Di tumpukan paling atas, sudah ada buku yg terbuka plastiknya. Langsung saja saya membacanya. Saya baca dulu isinya sekilas, kalo menarik Insya Allah dibeli, tapi biasanya tidak jadi dibeli karena sudah selesai dibaca disitu.

Saya langsung menuju bagian tips & trik menulis. Dari beberapa buku yang pernah saya baca (yang saya baca, belum tentu saya beli), yang paling utama dilakukan untuk menjadi penulis adalah action menulis dengan segera. Segera menulis apapun yang bisa ditulis dimanapun (tapi jangan di dinding rumah atau kantor ya). Intinya yg penting action, jangan pedulikan susunan kalimat, struktur SPOK, pilihan kata dll. Pokoknya segera menulis. Tapi buat saya itu susah.

Kita tinggalkan masalah action diatas. Saya ingin mempraktekkan salah satu bagian dalam buku yang saya baca (gratis)tadi sore. Bagian tersebut adalah tentang menjaring ide. Salah satu alasan orang tidak bisa/malas menulis adalah tidak adanya ide/gagasan. Padahal segala sesuatu yg terjadi di sekitar kita sepanjang hari bisa jadi ide tulisan yang bagus (ini bukan kata saya, tapi kata para penulis yg telah mahir menulis).

Si penulis buku memberikan tips bahwa kejadian yang menjadi pemicu ide/ gagasan sebuah tulisan sebaiknya langsung didokumentasikan dalam suatu media dengan segera, meskipun itu hanya satu kalimat bahkan satu kata. Sehingga saat kita nanti dalam posisi siap untuk menulis, kita tinggal mencabut ide dari hasil dokumentasi tersebut (sekali lagi ini bukan kata saya lho).

Saya akan mencoba mempraktekan tips tersebut. Sebenarnya saya punya banyak ide yang ingin saya tuliskan. Tapi karena kesibukan saya di instansi pemerintah (sok sibuk padahal banyak pekerjaan yang belum selesai) dan kegiatan lain (mayoritas di kasur) maka saya belum berhasil menuliskannya. Ide tersebut berasal dari buku yang saya baca, pengalaman masa lalu, kejadian orang2 di sekitar, maupun lingkungan saya (Solo, Jakarta, dan Surabaya).

Berikut ini adalah beberapa ide tulisan yang Insya Allah (belum tahu kapan, semoga bisa cepat) saya realisasikan menjadi tulisan di blog ini :

1. Countdown timer
2. Perempuan naik sepeda motor
3. Sejarah
4. Menulis
5. Toko buku surabaya
6. Jalan di Surabaya
7. PJKA
8. Bermain dengan sudut pandang
9. About me
10. I read before write
11. Sepakbolaku
12. Budaya daerah
13. Alarm subuh
14. Tak bisa lupa, kecuali amnesia
15. GSM, CDMA, 3G, HSDPA, Blackberry, Android, Iphone dll
16. Sepeda motor, Dll

Itulah beberapa ide/gagasan yang berkeliaran di kepala saya (ternyata banyak juga ya). Bisa anada bayangkan, jika saya realisasikan tulisan tersebut, trus saya susun menjadi sebuah buku, trus saya tawarkan ke penerbit, trus dicetak pertama kalinya, trus laku keras, dan kemudian dicetak berkali-kali hingga menjadi best seller, trus saya dapat uang banyak, trus saya jadi terkenal, trus ..... *STOP “Selamat siang pak, bisa perlihatkan SIM dan STNK kendaraannya !”

That’s My Dream Now


Read More..